MahiraArifin
- Reads 260
- Votes 37
- Parts 12
Untuk-Mu,
Terimah kasih telah menerima ku apa adanya, menerima kekuranganku dan menutupinya dengan kesempurnaan yang kau miliki. Terimah kasih juga Untuk-Mu yang selalu menjadi obat untuk menyembuhkan luka yang senantiasa menghampiri, yang selalu menjadi sapu tangan yang menghapus air mata yang jatuh di pipiku, yang selalu menjadi penopang yang kuat saat aku terjatuh dan yang selalu berada paling depan untuk membelaku.
Untuk-Mu,
Maaf karena belum bisa menjadi wanita yang sempurna di dalam hidupmu, belum bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna yang selalu kau impi-impikan. Maaf karena diriku, impianmu belum bisa terwujud dan entah kapan akan terwujud.
Untuk-Mu,
Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kebahagiaan dalam hidupmu terasa sempurna. Katakan juga padaku pengorbanan seperti apa yang harus aku lakukan agar kebahagiaan itu datang menghampirimu dan mewujudkan mimpimu yang belum tergapai itu.
Untuk-Mu,
Akan aku lakukan segala cara agar kebahagiaanmu bisa lengkap meskipun yang harus ku gadaikan adalah kebahagiaanku sendiri.
Untuk-Mu,
Izinkan aku untuk mencintai-mu selamanya meskipun nantinya kau bukan lagi milikku seutuhnya.
Mulai Menulis : 18 Juni 2020
Mulai Publis : 14 Agustus 2020