keonhonuna
- Reads 2,786
- Votes 392
- Parts 7
Ini cerita tentang dua sahabat, Shadib dan Kava.
Suatu hari Kava mengalami kejadian pemerkosaan yang membuat dunianya runtuh. Dia jadi pendiam, takut keluar rumah, takut berdekatan dengan orang-orang dan menyalahkan dirinya sendiri.
Di tengah rasa takut dan malu itu, Shadib memilih untuk tetap ada. Tanpa menghakimi, tanpa memaksa. Shadib menemani Kava ke tempat aman, mendengarkan setiap Kava ingin bercerita, mengantarnya ke konselor, dan mengingatkan Kava setiap hari kalau "Ini bukan salah kamu. Kamu gak sendirian."
Seiring berjalannya waktu, rasa nyaman dan aman yang Shadib kasih pelan-pelan berubah. Rasa sahabat yang biasa jadi rasa cinta. Tapi Shadib bingung dan takut. Dia tidak mau Kava merasa dipaksa atau merasa "diselamatkan" karena kasihan.
Cerita ini tentang penyembuhan yang panjang, tentang batas antara peduli dan cinta, dan tentang satu janji "Aku bakal tetap di sini. Dengan cara yang kamu mau."
Cinta bisa tumbuh dari luka, tapi penyembuhan harus jadi prioritas pertama. Ada dan menghargai pilihan sahabatnya.