chanbak
7 stories
UNIDENTIFIED ↘Chanbaek↙ by Cactus93
Cactus93
  • WpView
    Reads 162,018
  • WpVote
    Votes 18,156
  • WpPart
    Parts 19
Byun Baekhyun harus menjalani kehidupan palsu sepanjang hidupnya. Dipandang sebagai wanita oleh semua orang dan kemudian dijodohkan dengan pria mapan pilihan ayahnya, Park Chanyeol. Lalu sampai kapan Baekhyun dapat menyembunyikan kedok sebagai seorang wanita, bahkan di depan calon suaminya? ❤ ChanBaek. 👬 BL - Boys Love 💌 Marriage Life. ⚠ MPREG. ✒ Collaboration with Brida Wu until 3rd Chapter ❤ 📸 Cover by PrincePink ❤ Summerlight92 ❤ (new)
(End) My Punishment by LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    Reads 149,906
  • WpVote
    Votes 9,908
  • WpPart
    Parts 7
"Daddy" Chanyeol menatap bocah empat tahun yang menatapnya dengan mata berbinar itu. Lelahnya luruh seiring dengan rentangan tangan kecil itu di hadapannya. Dia tak punya pilihan lain selain membalas tatapan itu dengan sebuah senyuman. Tak menunggu lama, tubuh gempal itu sudah terayun di pelukannya. Bocah itu terkekeh bahagia dalam rangkulan pria tinggi berambut ikal itu. "Jaehyunie!" "Eomma! Daddy datang!" seru bocah itu dalam dekapan Chanyeol. Perempuan yang di panggil 'eomma' oleh bocah itu, hanya menatap Chanyeol sekilas lalu kembali masuk ke dalam rumahnya. "Eomma sudah masak enak. Ayo masuk daddy!" "Ehm. Daddy tanya, Jaehyunie tidak merepotkan eomma selama daddy pergi?" "Tidak. Jaehyunie jadi anak yang baik." "Bagus. Daddy bangga pada jagoan daddy ini." "Daddy!" "Oleh-oleh." "Aigoooo! Daddy membawakan figur deadpool untukmu. Kau pasti menyukainya." "Jaehyunie ayo masuk!" "Daddy! Eomma memanggil!" bocah berambut jamur itu mengerjap lucu. Chanyeol tersenyum dan membawa anak itu masuk ke dalam rumah. "Nasi goreng kimchi. Yeaaayyyy!" pekik Jaehyun dari pelukan Chanyeol. Pria itu mendudukkan Jaehyun di kursi khusus untuknya, lalu dia duduk di samping jagoan kecilnya. "Daddy juga menyukai nasi goreng kimchi buatan eomma?" "Ehm. Tentu saja." Chanyeol melirik ibu Jaehyun. Perempuan yang sudah lebih dari empat tahun itu tak pernah merubah ekspresi wajahnya bila berhadapan dengannya. Dingin dan tak acuh. "Eomma tidak menyiapkan sarapan untuk daddy?" Tanya si kecil Jaehyun. Si ibu langsung berdiri dari duduknya, dan kembali dengan sepiring nasi goreng kimchi. "Ck...ck... Eomma lagi-lagi tak membuatkan daddy telur mata sapi. Ehm." Perempuan itu mendesah pelan, lalu memotong telurnya menjadi dua dan membaginya ke piring Chanyeol. "Daddy jangan khawatir, nanti aku akan mengingatkan eomma untuk membuatkan telur yang utuh untuk daddy." Chanyeol mengusap kepala Jaehyun. Senyumnya terkembang tipis. "Selamat makan daddy!" "Ehm. Selamat makan jagoan!"
My Destiny ( Sudah Dibukukan ) by LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    Reads 350,796
  • WpVote
    Votes 29,338
  • WpPart
    Parts 19
Baekhyun tak pernah membayangkan kalau masa mudanya akan dia habiskan dengan mengurus seorang bayi. Berawal dari pertengkarannya dengan seorang pria yang terjadi di sebuah cafe. Takdirnya seakan berubah arah. Semua hal yang sudah direncanakan untuk masa depannya, terpaksa harus di buang satu persatu. Menyesalkah Baekhyun atas hal ini? Atau justru inilah cara Tuhan mempertemukannya dengan cinta sejatinya?
(End) My Heartbeat by LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    Reads 128,755
  • WpVote
    Votes 14,396
  • WpPart
    Parts 14
"Waktu kematian pukul dua puluh lewat lima belas menit. Pasien Kang Mi Rae dinyatakan meninggal dunia." Tubuh besar itu limbung, langsung tersungkur di lantai dengan lelehan airmata yang tak mampu dia bendung lagi. Setelah dua bulan berlalu, setelah perjuangan tanpa lelahnya, setelah usahanya, dia harus menyerah pada takdir Tuhan. Istrinya, meninggal. "Kita sudah mengusahakan yang terbaik Chanyeol-ah. Tapi takdir Tuhan mengatakan lain, dia dan calon buah hati kalian..." pria berjas putih yang berdiri di samping pria tinggi itu, menepuk pelan pundaknya. Airmata pria itu ikut meleleh, dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan si pria tinggi itu. . . . "Dia harus mendapatkan transpalasi jantung. Kalau bisa secepatnya. Kondisi jantungnya sudah cukup buruk." "Saem! Jebal! Lakukan sesuatu padanya, dia sangat berarti untuk kami." "Kami akan mengusahakan yang terbaik untuknya, kalian beroda saja, semoga malam ini kita mendapat donor jantung. Saya pergi dulu. Hee Jung-ssi! Awasi kondisinya, jangan sampai drop." "Nde saem."
(End) Second Chance by LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    Reads 172,206
  • WpVote
    Votes 14,532
  • WpPart
    Parts 13
Bagi dia yang pernah mati-matian berjuang dan bertahan dalam sebuah hubungan yang biasa disebut cinta, tapi sebuah pengkhianatan adalah akhir dari segalanya. Byun Baekhyun tak pernah menyangka, pria yang selalu dia banggakan, yang dia cintai dengan tulus, yang demi pria itu dia sanggup melakukan apapun, ternyata tak lebih dari pecundang yang tak bertanggungjawab. Sakit yang dia rasakan, mungkin tak banyak orang yang bisa ikut merasakan. Mereka mudah menilai sesuatu dengan kalimat 'Kenapa karena pria saja kau bisa seperti ini Baek-ah?' Bukan, ini bukan hanya tentang seorang pria. Ini tentang sebuah kepercayaan yang kemudian dikhianati. Bukan hanya tentang rasa sakit, tapi sebuah kekecewaan yang sampai detik ini tak pernah terlampiaskan.
My Annoying Brothers by peachyvity05
peachyvity05
  • WpView
    Reads 148,341
  • WpVote
    Votes 17,556
  • WpPart
    Parts 40
[CHANBAEK'S GS] Oppa, yah itu adalah sebutanku untuk pria yang sudah seperti kakak bagiku. Sebenarnya kami tak ada hubungan darah sama sekali, namun sejak kecil ia sudah tinggal bersama keluargaku karena suatu hal. Itulah sebabnya aku dan adikku menganggapnya seperti kakak kami. Tapi semakin lama ia benar-benar membuatku kesal, kenapa ia selalu saja menggangguku ketika aku dekat dengan seorang pria? Menyebalkan sekali! - BBH Aku tahu, ia pasti membenciku karena aku terus saja menganggu hubungannya dengan pria yang menyukainya. Jujur saja, aku memang agak protektif pada 'adik perempuan'-ku ini. Orang tua kami memintaku untuk menjaganya, makanya aku jadi tak bisa membiarkannya begitu saja. Tapi siapa sangka jika perhatianku yang berlebihan ini justru secara perlahan menumbuhkan rasa yang lain? - PCY (+/- 3k words)
(END) My Endless Love by LordJoongie84
LordJoongie84
  • WpView
    Reads 121,527
  • WpVote
    Votes 11,283
  • WpPart
    Parts 11
Mereka sudah bersama sejak sekolah menengah pertama, tiga orang dari latar belakang kelurga yang berbeda. Park Chanyeol Dia putra pertama dari seorang dosen di Universitas Sunkyunghwan. Pembawaannya yang tenang dan dewasa membuat dia selalu dijadikan sandaran yang lain. Tapi jangan salah, kalau sudah bertemu dengan dua sahabatnya itu, sikap tenang dan dewasanya hilang. Chanyeol bisa berubah menjadi sosok pecicilan yang kalau sedang bicara tak bisa dihentikan. Kim Jongdae Jongdae adalah putra tunggal dari sepasang dokter bedah di Rumah sakit pusat Seoul. Dari kecil dia sudah disiapkan untuk melanjutkan tradisi di keluarganya, menjadi seorang dokter. Di rumah dia tertekan dengan keadaan. Tapi di luar itu, di tengah sahabatnya, dia menjadi sosok yang tak kalah bobroknya dari Chanyeol. Byun Baekhyun Sosok yang paling cantik diantara kedua pria itu. Dia satu-satunya anak perempuan di keluarganya, empat saudaranya laki-laki semua. Tiga kakak dan satu adik. Ayahnya seorang pengusaha tembikar yang namanya sudah sangat terkenal di Busan. Ibunya seorang psikiater dan dia sendiri memilih design sebagai jalur karirnya. Baekhyun sosok periang yang mudah sekali bergaul dengan orang lain. Dia menjadi sosok yang paling dimanja, baik oleh keluarganya ataupun kedua sahabatnya. Tubuhnya yang kecil, mungil dengan pipi merona alami membuat orang lain tak percaya kalau sekarang ini usianya sudah menginjak dua puluh enam tahun. Lebih gilanya, adik dan dua sahabat baiknya itu selalu memaksa Baekhyun memanggil mereka 'oppa'. "Oppa kepalamu itu!" seru Baekhyun satu hari saat Chanyeol memaksanya memanggil 'oppa'. "Ayolah! Kau benar-benar terlihat masih kecil Baekhyunie. Call me oppa! oppa juseyo!" plak! Baekhyun mendelik tajam sambil memukul kepala Chanyeol. Gadis itu kemudian berdiri diatas bangku taman demi menyamakan dirinya dengan Chanyeol. "Sekali lagi kau bicara seperti itu, mati kau!"