Muh_Herlan1
- Reads 341
- Votes 36
- Parts 18
"Dunia bilang lulusan SMK harus tahu diri: Lulus langsung kerja. Tapi bagaimana kalau mimpinya setinggi langit, sementara realitanya cuma setinggi UMR?"
Kanaya Larasati adalah anomali. Di saat teman-teman sekelasnya sibuk melamar kerja di pabrik dan toko, lulusan terbaik jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ini justru sibuk menyembunyikan laptop tuanya.
Mimpinya cuma satu: Kuliah Software Engineering.
Namun, di mata Bapak dan Ibunya, kuliah adalah kemewahan yang mustahil. Bagi mereka, ijazah SMK Kanaya adalah tiket keluar dari kemiskinan.
Terjebak antara bakti pada orang tua dan ambisi pribadi, Kanaya memilih jalan pintas yang berbahaya: Berbohong.
Setiap pagi, ia pamit "berangkat kerja".
Padahal, ia melarikan diri ke Titik Koma, sebuah toko buku sepi di pinggiran kota yang nyaris bangkrut. Di sanalah markas rahasianya. Tanpa gaji, tanpa seragam, hanya ditemani barisan kode error dan segelas kopi murah.
Rencananya sempurna, sampai ia sadar bahwa penjaga toko buku itu, Arga, bukan sekadar barista biasa.
Arga membenci teknologi. Dia hidup di masa lalu, menolak ponsel pintar, dan mencatat transaksi di buku tulis. Tapi anehnya, Arga tahu persis apa yang salah dengan coding-an Kanaya hanya dengan sekali lirik.
Siapa sebenarnya Arga? Mengapa jenius sepertinya bersembunyi di balik mesin kopi tua?
Ketika kebohongan Kanaya mulai tercium orang rumah, dan masa lalu Arga mulai mengejar, tempat persembunyian mereka terancam runtuh.
Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini tentang mengambil jeda, sebelum dunia memaksa mereka menjadi dewasa dengan cara yang menyakitkan.