Phendhi's Reading List
12 stories
Jejak Kaki Merah [21+] by irisankata
irisankata
  • WpView
    Reads 457,658
  • WpVote
    Votes 3,115
  • WpPart
    Parts 11
"Can you make it slow? Its my first time" ucapku pelan "Did you think i pay that much to making love with you? I pay for fuck, understand? Naik ke meja itu sekarang" ucapnya kasar mengangkatku ke atas meja Ini baru permulaan Ini kali pertama dan sudah sangat sakit Semua nya Hati Badan Terutama titik titik sensitifku "Are you really virgin? Gue ga bakal dapet zonk kan?" Tanyanya dengan wajah menyelidik Yatuhan kalau nggak mikir aku butuh uang udah ku tendang wajahnya dengan heels ku "Just make it fast dan rasain sendiri. thats a liar or real" jawabku sebal Lalu aku tersentak kaget sakit perih semua jadi satu "Ouwhhh ternyata beneran masih virgin ya vagina mu" ucapnya sambil mengeluarkan jari tengahnya dari vagina ku dan menghirup baunya Itu sakit Benar-benar sakit
LELAKI LAIN  (Completed) by sylvia_aria
sylvia_aria
  • WpView
    Reads 12,425
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 4
Raihana, menemukan bahwa suaminya tahu, ia sedang jatuh cinta pada lelaki lain... Dan ia harus menyelesaikan masalahnya secepatnya.
Serial Pendekar Mabuk "Suto Sinting" - Suryadi by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 278,931
  • WpVote
    Votes 2,730
  • WpPart
    Parts 34
Pendekar Mabuk adalah seorang pemuda tanpa pusar yang merupakan murid dari 2 orang tokoh teratas di dalam dunia persilatan saat itu. Kedua tokoh yang merupakan guru dari Suto Sinting (Pendekar Mabuk) tersebut adalah "Ki Sabhawana (Gila Tuak) & Nawang Tresni (Bidadari Jalang)". Suto segera bertanya, "Bibi, apakah aku tadi habis tertidur?" tanyanya kepada Bidadari Jalang. Perempuan itu hanya mengangguk dengan senyum ceria. "Ya, kau lelah dan tidur cukup lama." Gila Tuak berkata kepada Suto, sambil tersenyum-senyum dan mengusap-usap kepala Suto yang ditumbuhi rambut hitam yang cukup lebat. "Sekarang sudah waktunya kau mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pendekar tanpa tanding, Suto." "Pendekar tanpa tanding?" Suto berkerut dahi. "Jangan tanpa tanding, ah! Nanti aku tidak punya lawan. Lantas, untuk apa aku jadi pendekar kalau tidak punya tandingannya?" Gila Tuak dan Bidadari Jalang terkekeh geli mendengar kebodohan yang polos dari anak itu. Maka, Bidadari Jalang pun berkata, "Bagaimana kalau kau menjadi pendekar cinta saja?" "Husy! Jangan bicara seperti itu pada anak kecil, Nawang!" sentak Gila Tuak. Tetapi pada saat itu ternyata Suto menyahut, "Aku mau. Aku mau jadi pendekar cinta, Bi. Aku mau...!" "Hei, kenapa kau mau?!" sentak Gila Tuak lagi. "Biar kekasihku banyak, hi hi hi...!" Suto tertawa cekikikan dengan malu. Bidadari Jalang pun tertawa geli, sedangkan Gila Tuak bersungut-sungut dalam gerutunya, "Dasar bocah sinting!" Gila Tuak dan Bidadari Jalang, dua tokoh sakti di rimba persilatan yang namanya cukup menggetarkan jiwa setiap orang itu kini siap mengembleng Suto. Selamat mengikuti ........
BUNIAN : Woman In White by Dunsanak22
Dunsanak22
  • WpView
    Reads 16,425
  • WpVote
    Votes 675
  • WpPart
    Parts 13
Bastian, baru saja menamatkan studi S1nya dan sekarang sedang berada di Kampung halamannya, Pesisir-Selatan, Sumatera Barat. Ada saja orang kampung yang sinis padanya, karena walaupun bertampang rupawan dan sekolah jauh-jauh dari luar Negeri, tapi Bastian masih saja pengangguran. Sia-sia menamatkan sekolah jauh-jauh sampai keluar Negeri, tapi masih belum bisa diandalkan untuk membantu orang tua, begitu kata mereka. Banyak yang sinis, namun tidak sedikit juga para orang tua yang ingin mengambil Bastian untuk jadi menantunya. Tapi, Pemuda yang masih memiliki turunan Belanda dari Angku (Kakek) nya itu berprinsip, kalau Ia pasti bisa sukses dengan caranya sendiri. Untuk urusan jodoh, Ia sedikit pemilih. Sampai akhirnya Bastian bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Danita, kecantikannya tiada bandingannya, bahkan tidak ada seorangpun perempuan diKampungnya atau bahkan kenalannya yang bisa menandingi kecantikan gadis tersebut. Pertemuan tanpa disengaja itu terjadi saat Bastian sedang berjalan di Hutan tidak jauh dari Kampungnya. Namun, siapa yang menyangka, jika gadis yang cantiknya bak bidadari tersebut adalah seorang makhluk Bunian. Bastian pun dibawa ke kampung halamannya Danita. *Kisah ini dikembangkan berdasarkan cerita rakyat di daerah Sumatera-Barat.
BU KEK SIANSU by MahaSilat
MahaSilat
  • WpView
    Reads 147,446
  • WpVote
    Votes 1,041
  • WpPart
    Parts 24
Bu Kek Siansu 無極先師 adalah episode pertama yang membuka serial saga fiksi karya besar dari pengarang serial silat Indonesia Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Judul cerita ini adalah sebuah nama julukan dari karakter protagonis yang bernama Kwa Sin Liong 柯神龍. Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut "Anak Ajaib" (Sin Tong 神童) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid. Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong 韓治翁. Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw (sungai-telaga) dengan nama Pulau Es. Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar (tsunami?). Karena kemampuan silat dan filsafatnya yang tak terukur nalar, dia kemudian dijuluki Bu Kek Siansu dan dilegendakan sebagai manusia setengah dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi, tanpa membedakan siapapun yang beruntung mendapat petunjuknya, sesat atau lurus. Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kwee Seng 郭勝, Kam Bu Song 甘武松 dan Kam Han Ki 甘寒枝. Tokoh lain yang beruntung mendapat petunjuk darinya meski tidak secara langsung ada juga seperti Maya dan Khu Siauw Bwee邱小妹. Tokoh legenda ini terakhir kali muncul di kangouw pada episode Istana Pulau Es.
Pendekar  Hina Kelana by MahaSilat
MahaSilat
  • WpView
    Reads 21,464
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 12
Pendekar Hina Kelana Jilid 1-143 TAMAT
PENDEKAR SUPER SAKTI (seri ke 6 Bu Kek Siansu) by MahaSilat
MahaSilat
  • WpView
    Reads 174,370
  • WpVote
    Votes 1,065
  • WpPart
    Parts 42
Jilid 1-42 TAMAT Suma Han merupakan salah satu tokoh fiktif dalam serial silat Bu Kek Sian Su karya pengarang legendaris A. S. Kho Ping Hoo. Muncul dalam episode ke-7 Pendekar Super Sakti hingga episode ke-12 Kisah Pendekar Pulau Es. Dia adalah tokoh dari marga Suma yang paling tenar, bahkan ketenaran tokoh ini dianggap melebihi Bu Kek Sian Su sendiri. Hal itu mungkin karena jalan hidup tokoh ini lebih manusiawi dibanding Bu Kek Sian Su yang lebih mirip Dewa daripada manusia. Dalam seri ini diceritakan tentang petualangan Suma Han, kisah tragis keluarganya yang dibunuh secara sadis, hingga pertemuan dengan Lulu dalam pelarian dan secara tidak sengaja bertemu dengan Pulau Es. Kisah cinta nya dengan beberapa wanita yang rela mati demi Suma Han. Dan pertemuan dengan Nirahai, yang akhirnya menjadi istrinya. Kisah bagaimana Suma Han mendapatkan ilmu-ilmu yang luar biasa ...sampai ilmu hipnotis yang menurut sebagian orang adalah ilmu sesat.
My Love Wild Story 2 by emiliapu
emiliapu
  • WpView
    Reads 572,737
  • WpVote
    Votes 15,782
  • WpPart
    Parts 45
Warning !!!! 21+++++ (Cerita sudah tamat / ending) Aku bagaikan seekor domba di antara dua serigala yang menginginkan aku, Apakah aku dapat bertahan dengan salah satu serigala atau justru aku harus memiliki keduanya ?? That's My Love Wild Story. ****** cover edit by : lomebiru sekuel dari cerita : My Love Wild Story A/N : cerita berisikan banyak adegan seks, kata kata kasar di harap orang beriman serta anak anak dilarang membaca cerita ini !! dosa di tanggung pembaca !!
PENDEKAR SENDU by adhistiya
adhistiya
  • WpView
    Reads 19,375
  • WpVote
    Votes 355
  • WpPart
    Parts 10
"Hidup itu melawan arus. Hanya sampah dan ikan mati saja yang terbawa arus" (Emha Ainun Nadjib)