Halwa love
4 stories
Adventure and Magic by HalwaRR
HalwaRR
  • WpView
    Reads 364
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 14
"Kita harus cari mahkota itu sekarang!" Tasya berujar sambil menatap lawan bicara nya tajam. "Sabarlah. Aku sedang memikirkan caranya, jika kita pergi tanpa rencana dan strategi kita akan habis." jawab Rezel dengan wajah sedikit frustasi. "Tidak semudah itu mendapatkan nya." Seorang lelaki berjubah hitam dengan tudung kepala menutupi seluruh wajahnya datang tanpa diundang. "Siapa kau?!" sekarang Tasya bertanya dengan wajah terkejut. "Siapa aku? kau tidak perlu tau. Jika kau bertanya tujuan ku, tujuan ku adalah membunuh orang yang masuk kedalam kawasan Blackland tanpa izin!" Lelaki itu menatap tajam terhadap delapan orang dihadapan nya dengan seringai yang licik. "Kita lihat saja siapa yang akan MATI!" ujar Rezel dengan tangan yang terkepal beserta senyum miring yang misterius tercetak jelas di wajahnya. Memberikan kesan menyeramkan dan menambah nilai plus ketampanannya.
Estungkara by Aurielyriell
Aurielyriell
  • WpView
    Reads 7,170
  • WpVote
    Votes 708
  • WpPart
    Parts 20
"Lo mau duit berapa?" Laki-laki itu medecih pelan, mengabaikan tatapan tajam dari sang gadis yang masih terpaku akibat ucapannya. "Maksud kamu?" Kening sang gadis berkedut, dia masih belum sepenuhnya mengerti. "Nggak ada manusia yang beneran baik di dunia ini. Jadi Kakak lo nggak mungkin ngorbanin nyawanya buat nyelametin gue kalau bukan karena duit 'kan?" Ujar Trias dengan nada yang tajam. "Kam-" belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya, Trias kembali memotong, "Dua juta? Dua puluh juta? Atau dua ratus juta? Lo tinggal sebutin aja." Trias melipat kedua tangannya, alis tebalnya terangkat seolah meremehkan sang gadis. Perlahan gadis itu mendekat. Dipandanginya iris kelam milik Trias lekat-lekat. Dengan nada yang tenang namun terdengar menakutkan dia pun lantas berujar, "kamu tau kenapa Tuhan nggak ngambil nyawa kamu saat itu?" Gadis itu menarik nafas kecil kemudian tersenyum, nampak mengerikan. "karena jiwa kamu terlalu hina. Bahkan untuk mati sekalipun." Gadis itu berlalu pergi, meninggalkan Trias yang masih enggan meninggalkan tempatnya berpijak saat ini. Matanya menerawang seiring dengan otaknya yang kembali memutar kilasan peristiwa beberapa hari yang lalu. Waktu itu, andai saja Kakak dari gadis tadi membiarkan Trias menghabisi dirinya sendiri Andai saja Kakak dari gadis tadi tidak menyelamatkannya Andai saja Kakak dari gadis tadi tidak datang saat itu Andai saja... Semuanya tidak terjadi. *** Note : update nggak terjadwal. Tapi diusahain tetep kelar kok :)) Asikin aja yaaa