asriaci13
- Reads 2,208
- Votes 197
- Parts 3
Brandon Tjhin adalah pria sempurna: tampan, sopan, pewaris, dari keluarga terpandang dan yang paling penting, dia adalah calon pilihan orang tua Michelle.
Gala malam itu seharusnya jadi momen perkenalan resmi antara Michelle dan Brandon. Tapi bukannya bergandengan tangan, Michelle justru menyiramkan satu gelas sampanye ke wajah Brandon.
Tanpa senyum, tanpa penyesalan. Hanya sebagai pengingat: tidak semua hal bisa dimiliki, bahkan oleh orang yang punya segalanya.
Malam itu Michelle menjadi sorotan. Semua mata menoleh, seolah menghakiminya. Sementara Brandon diam, basah kuyup, dan merasa terhina.
Tegang. Hening. Sampai seseorang yang bahkan tak ada dalam rencana Michelle muncul dari sisi ruangan, seolah dia pun diundang dalam rencana kali ini.
"She's with me," kata Meraki Elvar Atmadja sambil menggandeng lengan Michelle.
Brengsek berkelas, liar, sinis, tak nyaris tak pernah peduli pada tata krama. Meraki muncul seperti kekacauan kecil yang tak bisa dihindari. Ucapannya sering terdengar asal, tapi entah kenapa, selalu mencuri perhatian.
Mereka bertiga seharusnya bukan satu cerita. Tapi malam itu mengubah segalanya.
Di antara reputasi yang nyaris suci, luka yang ditutup rapi, dan perasaan yang tak bisa lagi dibungkam. Michelle harus memilih jalan mana yang benar-benar miliknya.