Gocoh
21 stories
Bentroknya Rimba Persilatan - Khu Lung by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 269,700
  • WpVote
    Votes 4,492
  • WpPart
    Parts 54
Niatnya untuk berguru pada Thian Jan Su seorang tokoh sakti aneh dan tiada tandingannya mendadak sirna karena Thian Jan Shu meninggal akibat terkena pusaka Thian Liong Suo (Bor Naga Langit) ketika bertarung dengan Thian San Chiet Kiam (7 Jago Pedang dari Thian San), sebelum meninggal Thian Jan Su telah meninggalkan seluruh Ilmunya di atas 7 buah Hiolo kuno yang kemudian direbut oleh 7 ketua partai persilatan. Dikarenakan saat itu Boen Ching menyaksikannya untuk menghilangkan jejak, satu persatu dari ketua partai persilatan terpaksa memukul tubuh Boen Ching yang masih kecil itu dengan ilmu telapak pamungkas dari perguruan mereka masing-masing. Di ambang kematian Boen Ching ia akhirnya berhasil ditolong dan diangkat menjadi murid oleh Ie Bok Tocu salah seorang murid dari seorang tokoh sakti yang menjadi musuhnya Thian Jan Shu. Dalam pengembaraanya secara tidak sengaja ia mendapat belajar ilmu Thay Thien Kioe Sih (Sembilan Jurus Jungkir Balik) & Pedang Pusaka Cing Hong Kiam (Pedang Sinar Hijau) di sebuah gua tempat penyimpanan harta dari salah seorang tokoh Bu Lim Su Mo (4 Iblis Dunia Persilatan).
Serial Bu Kek Siansu (Manusia Setengah Dewa) - Asmaraman S. Kho Ping Hoo by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 825,573
  • WpVote
    Votes 9,124
  • WpPart
    Parts 140
Bu Kek Siansu adalah sebuah karakter khayalan hasil karya Kho Ping Hoo, dan merupakan serial bersambung terpanjang terbaik di samping seri Pedang Kayu Harum (Siang Bhok Kiam). Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut Anak Ajaib (Sin Tong) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid. Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong. Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw (sungai-telaga) dengan nama Pulau Es yang konon Istana yang ada di pulau es terdapat banyak sekali kitab-kitab sakti.. Kelak Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar (tsunami?). Dia kemudian disebut-sebut sebagai manusia dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi. Ilmu yang didapat Kam Bu Song (Suling Emas) bersumber darinya. Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kam Han Ki, Maya dan Khu Siauw Bwee. Nama Bu kek Sian Su terakhir kali muncul di dunia Kangouw pada kisah "Istana Pulau Es" Cerita silat Serial Bu Kek Siansu diawali dengan episode Bu Kek Siansu pada pagi yang indah di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Terjadi perebutan seorang anak ajaib Sin Tong oleh beberpa tokoh persilatan yang sangat terkenal namun ditolong oleh Raja Istana Pulau Es dan menjadi muridnya yang kelak menjadi manusia setengah dewa ... Cerita ini berlangsung hampir seribu tahun dan berakhir pada episode ke 17 yaitu seri Pusaka Pulau Es.
Pedang Karat Pena Beraksara - Qin Hong by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 137,971
  • WpVote
    Votes 1,794
  • WpPart
    Parts 30
Konon puluhan tahun yang lalu, Ban Kiam-hwee cu dengan mengandalkan ilmu pedangnya malang melintang dalam dunia persilatan tanpa tandingan. Ternyata di perguruan Lam Hay terdapat sebutir mutiara mestika yang dinamakan Ing-Kiam-Cu (mutiara pemancing pedang), benda tersebut merupakan satu-satunya benda yang sanggup mematahkan ilmunya. Bersama dengan 8 orang Hoatsu (pelindung hukum) dan beberapa tokoh-tokoh yang paling sakti dari perkumpulan tersebut dibawanya serta menyerbu Lam Hay Bun. Pertempuran tersebut berakhir dengan jatuhnya korban dari kedua belah pihak. Selain sang Hwee Cu sendiri terdapat juga 3 orang pelindung hukumnya yang bisa selamat balik ke daerah Tionggoan walaupun dengan luka yang cukup parah. Beberapa pusaka dari Lam Hay Bun (Perguruan Lam Hay) sempat dicuri oleh 3 orang Pelindung Hukum Ban Kiam Hwee yang selamat itu . Cerita ini berkisah tentang seorang anak muda yang bernama Wi Tiong Hong yang sejak kecil diasuh oleh sang pamannya sendiri yang ternyata merupakan murid dari salah satu pelindung hukum Ban Kiam Hwee yang lolos. Dalam pengembaraanya mencari tahu siapa orang tuanya sebenarnya harus mendapatkan banyak kesulitan dikarenakan tanpa setahunya ia mewarisi Ing-Kiam-Cu (mutiara pemancing pedang) dan Pedang berkarat (merupakan salah satu dari 3 pusaka perguruan Siu Lo Bun) dan Lencana Siu lo cin leng (merupakan tanda pengenal Siu Lo Cin Kun tokoh sakti pemimpin dunia persilatan yang bahkan diakui oleh pihak Ban Kiam Hwee sendiri) Munculnya perkumpulan Ban Kiam Hwee, Lam Hay Bun, Thian Sat Bun, dan orang - orang Selat Pasir Beracun mengambil bagian dalam perebutan pusaka tersebut menjadikan kisah ini semakin menarik, belum lagi kisah asmaranya dengan wanita-wanita cantik, seperti Kiam Cu dari Ban Kiam Hwee, Kiong Cu dari Lam Hay Bun, Siaucu dari Tok Seh Shia, dan murid dari Thian Sat Nio yang semuanya merupakan wanita-wanita sakti dan mempunyai kekuasaan. Siapakah wanita yang menjadi pilihan Wi Tiong Hong pada akhirnya?
Pendekar Kidal (Cin Cu Ling) - Tong Hong Giok by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 288,982
  • WpVote
    Votes 6,532
  • WpPart
    Parts 110
Lenyapnya Tong Thian Jong, tertua keluarga Tong di Sujwan yang terkenal dengan ilmu senjata rahasia dan racunnya serta Un It Hong, tertua keluarga Un di Ling Lam yang terkenal dengan obat bius dan wewangian yang memabukkan, yang terkait dengan "CIN CU LING" (firman mutiara) menggemparkan dunia "Kang-ouw". Ling Kun Gi berkelana berbekal tiga jurus ilmu pedang Hwi Liong Kiam Hoat warisan keluarganya yang tidak lengkap dan ajaran gurunya Hoan Jiu Jilay (Budha Kidal) seorang hwesio "pemberontak" dari Siaulim Si untuk mencari ibunya yang turut lenyap. Dalam pengembaraannya ia banyak terlibat dengan pelbagai urusan yang menegangkan dan berkenalan beberapa orang gadis cantik seperti putri dari keluarga Tong, Un, Pangcu Pek Hoa Pang. Ia berhasil mengetahui juga dibalik peristiwa mutiara Cin Cu Ling yang terkait sebuah perkumpulan pembela negara dimasa lampau yang dikejar-kejar pemerintah pada saat ini dan terbunuhnya ayahnya. Akhirnya ia berhasil menguasai secara lengkap Hwi Liong Kiam Hoat dan membasmi penghianat yang menyebabkan terbunuhnya ayahnya dan memperistri 4 orang gadis cantik yang dikenalnya selama pengembaraannya.
Kisah Membunuh Naga (To Liong To / Heaven Sword and Dragon Sabre) - Jin Yong by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 162,361
  • WpVote
    Votes 1,423
  • WpPart
    Parts 22
Merupakan bagian terakhir dari Trilogi Rajawali, meski tokoh-tokoh utamanya tidak terhubung secara langsung dengan kedua bagian sebelumnya. Mengambil letar belakang cerita kurang lebih seratus tahun setelah kisah Kembalinya Sang Pendekar Rajawali. Bercerita mengenai 2 senjata terhebat di dunia : Pedang Langit dan Golok Naga , yang ditempa oleh Kwee Ceng dan Oey Yong dari pedang Xuan Tie Jian milik Yang Guo, sebelum kejatuhan kota Shiang Yang. Konon bila kedua senjata tersebut disatukan, kedua senjata tersebut dapat memberi pemiliknya kekuasaan yang tak tertandingi, sehingga dia dapat membebaskan China dari penjajahan Mongolia. Tokoh utama kisah Pedang Langit dan Golok Naga ini adalah seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Thio Bu Ki, yang memperoleh ilmu hebat dari Buku Sembilan Matahari dan buku Sembilan Gulungan Keramat. Dia menjadi ketua Sekte Ming, dan di akhir kisah, memungkinkan salah seorang anak buahnya, Cu Goan Ciang, untuk menjadi pendiri dinasti baru China, dinasti Ming. Sementara Thio Bu Ki pergi menyongsong matahari terbenam bersama Tio Beng seorang putri Mongol yang menjadi kekasihnya.
Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali - Chin Yung by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 128,936
  • WpVote
    Votes 1,813
  • WpPart
    Parts 35
Sekuel kedua dari trilogi Pendekar Rajawali yang melegenda. Latar belakang kisah novel ini terjadi pada masa keruntuhan dinasti Song (960-1279), pertengahan abad ke-13. Putra Yo Kang (tokoh antagonis dalam kisah sebelumnya Kisah Pendekar Pemanah Rajawali atau Legenda Pendekar Pemanah Rajawali) adalah seorang yatim piatu, yang dibesarkan oleh saudara angkat ayahnya, Kwee Ceng. Selain kejahatan ayahnya, leluhur Yo Ko adalah patriot dimasa lalu. Kakeknya Yo Tiat-sim (Yang Tiexin) adalah salah satu dari 108 pendekar bukit Liang (Liang Shan), yang juga merupakan keturunan langsung keluarga Jendral Yo Cai-hin, yang menumpahkan darah membela dinasti Song selama lima keturunan. Nama Yo Ko diberikan oleh Kwee Ceng (kakak angkat Yo Kang, ayahnya). Nama Ko (過 / 过) bermakna "berlalu", dan Gaizhi (改之) yang berarti "memperbaiki/mengubah". Melalui nama tersebut, Kwee Ceng berharap Yo Ko kelak akan berubah atau berbeda sikap dan sifat dengan ayahnya, Yo Kang yang dalam masa hidupnya terkenal keji dan licik. Lima generasi Yo ini, dari bangsawan Yang Jiye -yang menjadi hamba kaisar Song Taizu- sampai dengan Yo Cai-hin (Yang ZaiXing) yang kemudian meninggal dalam membela Panglima Yue Fei di Sungai Xiaoshang melawan pasukan kerajaan Jing, adalah tokoh-tokoh nyata dalam sejarah Tiongkok. Dalam novel ini, Yo Ko jatuh cinta kepada gurunya, Gadis Naga Kecil / Siauw Liong-lie. Hubungan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai saat itu. Dalam ajaran Konfusius, hubungaan kasih antara guru dan murid adalah hubungan terlarang. Di akhir kisah ini mereka berhasil melalui semua
Pendekar Pemanah Rajawali ( Sia Tiauw Eng Hiong ) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 141,336
  • WpVote
    Votes 2,123
  • WpPart
    Parts 51
Awal dari Trilogi Pendekar Rajawali karya Chin Yung Kisahnya dimulai ketika dua pahlawan, Yang Tie Xin (Yo Tiat Sim) dan Guo Xiao Tian (Kwee Siauw Thian) yang setia pada Dinasti Song ternyata dibunuh oleh pasukan negaranya sendiri atas bujukan bangsawan negeri Kim, Wanyan Hong Lie. Istri Guo Xiao Tian, Li Ping melahirkan seorang putra yang bernama Guo Jing (Kwee Ceng) di padang rumput Mongolia. Ia tumbuh menjadi pria gagah namun bersifat polos dan rada ketololan. Sedangkan istri Yang Tie Xin, Bao Xi Ruo (Pao Sek Yok) terpaksa menjadi istri Wanyan Hong Lie demi membesarkan putranya, Yang Kang (Yo Kang) namun juga bernama Wanyan Kang. Akibat pertikaian pihak 7 Pendekar Aneh Kang Lam yang menjadi guru Guo Jing dengan guru Yang Kang, Imam Qiu Chu Ji (Khu Ci Kee) dari Partai Quanzhen (Coan Cin), Guo Jing harus bertarung dengan Yang Kang untuk menentukan siapa yang lebih unggul ilmu silatnya setelah besar.
Pertikaian Tokoh - tokoh Persilatan (Hoa-san Lun-kiam) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 106,267
  • WpVote
    Votes 2,301
  • WpPart
    Parts 87
Kisah "Hoa-san Lun-kiam" ini merupakan kisah pendahuluan dari kisah Kwee Ceng Sang Pendekar Pemanah Rajawali (Sia Tiauw Eng-hiong) dan Yo Ko dalam Kembalinya Pendekar Rajawali (Sin Tiauw Hiap Lu). Sebagai pendahuluan dari kedua cerita yang kami sebutkan di atas tadi, maka di dalam kisah "Hoa-san Lun-kiam" ini para pembaca akan bertemu-dengan tokoh - tokoh "The Great Five" seperti Ong Tiong Yang (Dewa Pusat), Oey Yok Su (Sesat Timur), Ang Cit Kong (Pengemis Utara), Auwyang Hong (Racun Barat) dan It Teng Taisu (Kaisar Selatan). Di dalam kisah "Hoa-san Lun-kiam" ini, semuanya masih kanak-kanak sampai akhirnya menjadi jago dengan memiliki kepandaian yang sangat tinggi, dan terjadilah pertemuan-pertemuan di antara kelima tokoh persilatan itu diatas puncak Hoa-san. Pertemuan inilah yang diberi nama "Hoa-san Lun-kiam. Pengalaman-pengalaman para tokoh-tokoh persilatan itu sangat aneh dan luar biasa, mari kita mengikuti kisahnya. Saya yakin, kisah ini tentu akan memberikan kepuasan kepada anda, karena di dalam Hoa-san Lun-kiam dikisahkan bagaimana Toan Ceng (akhirnya menjadi It Teng Taisu), mengalami berbagai persoalan yang aneh dan pengalaman-pengalaman yang sangat seru, sehingga akhirnya Toan Ceng meninggalkan takhta kerajaannya. Begitu juga pengalaman-pengalaman keempat tokoh persilatan lainnya seperti Ong Tiong Yang, Oey Yok Su, Auwyang Hong dan Ang Cit Kong, masing-masing memiliki pengalamannya sendiri-sendiri yang serba aneh.
Pendekar Cengeng by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 132,339
  • WpVote
    Votes 2,479
  • WpPart
    Parts 51
Pendekar yang di juluki Pendekar Cengeng selalu mengacau di Thian-an-bun yang di bantu oleh pendekar wanita Dewi Suling. Bagaimanakah pendekar tersebut mendapat julukan Pendekar Cengeng dan siapakah nama aslinya penasaran bisa di baca dalam Kisah Pendekar Cengeng?
Pena Wasiat (Juen Jui Pi) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 195,628
  • WpVote
    Votes 2,974
  • WpPart
    Parts 69
Dalam kitab Ping-ki-boh (catatan ilmu senjata) tercatat pelbagai ilmu silat kenamaan dalam dunia persilatan serta ulasan tentang senjata tajam, terutama tentang kegunaan istimewa pelbagai senjata aneh, barang siapa dapat membaca kitab Ping-ki-boh dia akan memahami tujuh puluh persen dari pelbagai ilmu silat dan senjata yang ada di dunia. Maka dari itu Ci-cu Ping-ki-boh disebut sebagai Kangoutit- it-khi-su (Kitab paling aneh di dunia kangou). Konon kitab tersebut dibuat oleh seorang yang bernama Ban Ci-cu. Manusia macam apakah Ban Ci-cu itu? Hingga kini masih merupakan suatu teka-teki karena belum ada seorang pun yang pernah menjumpainya. Banyak catatan yang tercantum dalam kitab Ping-ki-boh akhirnya tersiar dalam dunia persilatan, catatan itu dicatat semua oleh pelbagai perguruan serta keluarga persilatan untuk selanjutnya diturunkan kembali kepada anak murid serta keturunannya. Tak sedikit di antaranya, bahkan mengeluarkan banyak tenaga dan biaya untuk membuktikan kebenaran berita tersebut, ternyata semuanya memang terbukti akan kebenarannya. Oleh sebab itu, seorang pun mengikuti bahwa kitab itu merupakan kitab paling aneh di dunia. Sayang tak manusia pun yang berhasil menguasai semua kepandaian itu dan menganalisa kembali seluruh isi kitab Ci-cu Ping-ki-boh tersebut. Mungkin saja ada orang yang pernah membaca seluruh isi kitab itu paling tidak orang itu belum diketahui oleh umat persilatan. Bulim Cun-ciu-pit (pit wasiat) lebih-lebih merupakan suatu peringatan bagi umat persilatan, dengan pena wasiat inilah banyak kejadian besar dalam dunia persilatan telah dicatat dalam kitab besar.