TulisanAbstrak's Reading List
3 stories
BarraKilla by novaadhita
novaadhita
  • WpView
    Reads 14,220,483
  • WpVote
    Votes 1,062,929
  • WpPart
    Parts 64
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Sepasang by novaadhita
novaadhita
  • WpView
    Reads 2,794,911
  • WpVote
    Votes 269,199
  • WpPart
    Parts 52
"Gue udah nggak perawan." "Terus?" "Gue udah nggak perawan," katanya lagi seakan-akan menekan kalimat itu biar gue denger. Gue nggak nggak budek, ye. Dia mengulangi kalimat pembuka beberapa menit lalu. "Ya, lo seharusnya batalin perjodohan kita lah." "Gue nggak masalah tuh," ujar gue dengan santai. "Lo udah nggak perawan kek. Lo udah pernah nikah terus jadi janda. Gue nggak masalah sama sekali. Asal, lo bukan istri orang aja. Lo single 'kan?" Dia diam. "Malah enak kalau udah nggak perawan. Lo lebih berpengalaman," tambah gue lagi karena dia masih menatap gue kagum. "Btw, gue suka cewek yang agresif. Kelihatan lebih hot." [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
All Out of Love 2 by novaadhita
novaadhita
  • WpView
    Reads 451,185
  • WpVote
    Votes 6,519
  • WpPart
    Parts 5
Young-adult (tamat) ✔ Bagi Barra, mencintai Killa itu seperti bernapas yang setiap detiknya selalu dihela. Killa sudah menjadi candunya, bahkan termasuk ke dalam salah satu hal vital yang terjadi dalam hidupnya. Sedangkan bagi Killa, sosok Barra tak lain adalah sosok jelmaan malaikat yang nyaris menjadi yang paling sempurna di matanya. Meskipun sebenarnya, wujud kata yang paling sempurna itu hanya milik Sang Pencipta. Ketika Tuhan memberi mereka keluarga kecil yang lengkap; suami, istri, dan anak. Mereka pikir, happy ever after sudah tercapai dalam kamus hidupnya. Namun, itu salah. Bencana lain hadir di tengah-tengah keharmonisan yang ada, bukan sebab orang ketiga, bukan karena munculnya peran antagonis dalam hidup, juga bukan tentang perselingkuhan. Ini lebih pelik. Sebab melibatkan hati, perasaan. Titik awalnya sederhana, hanya karena salah paham, egois, gengsi, kurangnya waktu kebersamaan mampu menyebabkan bencana kecil menjadi jurang pemisah yang dalam. Mereka lupa bahwa cinta saja tidak cukup kuat untuk menghindari sebuah perpisahan dan kehilangan. Di dalam cinta harus ada rasa saling percaya, rasa menghormati, rasa peduli, rasa kasih sayang, rasa khawatir, rasa nyaman, rasa saling memiliki, rasa ingin menjaga dan melindungi, serta banyak rasa lain yang tidak bisa didefinisikan secara pasti. Semua itu lantas berbaur menjadi satu, menyatu. Menjadi satu kekuatan utuh untuk melawan sebuah perpisahan dan kehilangan, juga meruntuhkan titik jenuh kala hubungan terasa sangat membosankan. Bisakah Barra dan Killa bertahan hanya dengan modal cinta? Inilah perjuangannya. • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!