yolhee23
- Reads 1,858
- Votes 119
- Parts 12
Kadang takdir baru berubah ketika sudah di ujung keputusasaannya. Cinta yang sedari kecil tumbuh hingga remaja membuat Zoya nyaris gila karna perasaannya yg semakin hari semakin meluap luap.
Ada kala dia lupa, bahwa mencintai seseorang juga butuh pengorbanan dan rasa sabar. Tapi Zoya tidak punya itu. Dia hanya butuh Rafka membalas perasaannya apapun keadaannya dan bagaimana pun caranya. Sampai di fase dia merasa dia telah jauh kehilangan dirinya semenjak dia sadar cinta itu bukan hanya sekedar rasa tapi di cover lembut yang perlahan berubah menjadi obsesi yg nyata.
Dan hari yang menyakitkan pun tiba, dia merasa benar benar kehilangan cintanya. Bukan, lebih tepatnya kehilangan orang yang di cintainya.
Rafka, laki-laki itu dengan lantang menyuarakan isi hatinya yang selama ini terpendam. Tentang siapa yang sebenarnya di cintai laki-laki itu dan siapa yang sebenarnya dia inginkan untuk dijadikan sandarannya, dia adalah Alana murid pindahan dari SMA lain.
Tepat hari dimana penghancuran hatinya tiba, dia sangat memohon kepada Tuhan untuk menghapus segala cinta yang dia punya agar dia lebih bisa menerima dirinya sendiri dan tidak mengulang kesalahan yang sama.
Keputusasaannya kala itu membuat Tuhan sedikit mengiba dan doa yang dia ucapkan dalam hatinya yang saat itu sangat terluka akhirnya dikabulkan.
Dia bukan hanya kehilangan rasa cinta dalam hatinya tetapi juga kehilangan ingatan untuk semua hal yang pernah menyakitinya termasuk orang orang yang ikut andil dan luka tersebut.
Dan setelahnya, hidupnya kembali normal tanpa harus mengingat rasa sakit yang dulu membuatnya hampir gila. Setidaknya sebelum sampai ingatannya kembali pulih.