mridhosad
- Прочтений 500
- Голосов 356
- Частей 9
Jingga adalah definisi "Anak Humas" yang ceria, berisik, dan selalu tertawa. Tapi tidak ada yang tahu bahwa di balik tawa itu, ada perut yang lapar karena saldo ATM tinggal 17 ribu dan trauma keluarga yang tak kunjung sembuh.
Arya adalah kebalikannya. Mantan kakak tiri Jingga ini adalah mahasiswa Arsitektur yang lebih suka bicara dengan daun teh daripada manusia. Bagi Arya, hidup itu sederhana. Kalau hati sedang kacau, jangan curhat, tapi seduhlah teh.
Ketika badai finansial memaksa dua mantan saudara ini bekerja sama, mereka menyulap sebuah gudang kaca tua di belakang gedung perpustakaan lama menjadi "The Glass House". Sebuah tempat perlindungan tanpa Wi-Fi yang mana setiap masalah punya solusinya sendiri.
Marah? Ada Mango Mint Cold Brew. Takut? Ada Masala Chai yang membakar nyali. Patah hati? Ada Earl Grey dan Lavender.
Namun, ketika masa lalu orang tua mereka kembali datang mengancam, apakah secangkir teh cukup untuk menyeduh ulang hubungan yang sudah retak?
Di Rumah Kaca ini, Jingga dan Arya belajar satu hal. Hidup memang pahit, tapi akan selalu bisa dinikmati jika diseduh dengan teh dan teman yang tepat.
© mridhosad, 2025. All Rights Reserved.