SahriEr7
- Reads 1,221
- Votes 23
- Parts 2
Senja sejatinya tak pernah salah, hanya kenanganlah yang terkadang membuatnya basah. Kerinduan yang membuatnya semakin rumit. Dan pada senja akhirnya kita mengaku untuk kalah.
Seperti senja dan malam kita terjebak dalam perbatasan yang tidak mungkin datang secara bersamaaan. Kamu adalah senja dan aku adalah malam semakin besar rinduku semakin kamu kehilangan sinarmu. Kita hadir diwaktu yang hampir bersamaan namun selalu berselisih paham seakan tuhan tak mengizinkan.
Bolehkah aku bertanya, wahai senja? Apa yang membuatmu begitu merah; apakah itu cinta, atau kerinduanku yang membabi buta? Entahlah, mungkin kau akan temukan jawaban itu ketika kau tak mampu lagi bersinar terang dan sinarmu berubah menjadi kelabu.