Hilwa_Syauqillah
Lika liku cinta di pesantren seringkali tidak jauh dengan perjodohan.
Bagaimana kiranya Ning Qutrunnada, putri Ustadz Burhan, dan sahabatnya, Ashalina, berdamai dengan keadaan yang memadamkan harapan keduanya?
Ya, mereka harus dihadapkan pada sebuah peristiwa tak terduga yang bukan hanya m meresahkan. embuat mereka kehilangan harapan, tapi juga membuat persahabatan mereka renggang tanpa mereka mau.
.
.
.
.
.
'Dalam tiap nada-nada kehidupan, cinta seringkali
Apalah diri yang terkekang kerinduan. Terisak dalam Kesepian.
Rapuh, terluka, lalu memilih mematikan harapan.'
-Nada Cinta _ Hilwa Syauqillah