Ketika hati mencoba berhenti berteriak; maka air mata lah yang terbiasa menahannya dari segala luka yang di dapat karna Cinta, Kecewa dan sebuah Rasa yang hanya Kau dan Semesta dapat mengertinya.
Kumpulan rasa yang tak terlisankan namun teraksarakan. Yang mencoba jenjam dengan kenyataan walau menyembilu. Dan akhirnya, menerimalah yang menjadi keharusan.
Jangan datang padaku. Aku ruang hampa yang tak pernah kau temui dimana pun. Hatiku terlalu gelap untuk ditempati siapapun. Bahkan cahaya tak pernah ku beri celah masuk dalam sela jiwa ku yang sempit. Apa lagi kamu?