NurAiniHartanti's Reading List
2 stories
Over Protektif Boyfriend  by Alviandanrl
Alviandanrl
  • WpView
    Reads 5,193,340
  • WpVote
    Votes 111,443
  • WpPart
    Parts 29
--------- "sekarang cerita, kenapa kamu melanggar omongan ku?! Kenapa kamu bohong untuk nggak minum es?! kamu tahu? kamu itu lagi batuk ze! Kenapa kamu malah minum es? Dan sejak kapan di hp kamu ada game? Apa kamu lupa aku ngelarang kamu untuk Download game di handphone kamu?! Aku udah izinin kamu buat main game dihandphone aku 3 kali seminggu! Kamu tahu apa alesan aku ngelakuin itu? Itu karena aku sayang kamu, aku gak mau mata kamu rusak karena main handphone terus! " qiandra diserang berbagai pertanyaan oleh kenzo yang berbicara sangat datar dan menatap qiandra tajam "ma... maaf" ujar qiandra pelan sambil menundukkan kepalanya "aku mau denger jawaban kamu! Bukan kata maaf!" ujar kenzo dingin "ma.. maaf kenzo, ak... aku semalem pengen banget minum yang dingin, dan ak.. aku ga bermaksud untuk melanggar ucapan kamu atau pun membohongi mu.." ujar qiandra terbata-bata dan mulai terisak "huftt" lagi-lagi kenzo menghela nafas panjang. Dia tak tega melihat gadisnya mulai menangis dihadapannya "aku maafin kamu! Asal kamu janji untuk gak mengulangi kesalahan yang sama, dan aku gak suka kalo kamu melanggar omongan ku lagi" ujar kenzo lembut dan langsung memeluknya qiandra yang masih terisak sambil mengelus punggung qiandra untuk menenangkan nya "i... iya ak.. aku janji, tapi kamu jangan marah la... lagi sama aku" ujar qiandra terbata-bata dan menyandarkan kepalanya di dada bidang kenzo "aku gak akan marah baby kalo kamu nurut sama aku, ini semua demi kebaikan kamu" bisik kenzo lembut yang masih mengelus punggung qiandra •••••• Dibuat: Jakarta, 24 Juni 2018 Ending: Jakarta, 20 Mei 2019 Maaf ya kalo jelek, karena ini cerita pertama yang aku buat. Dan maaf kalo ada kesamaan nama tokoh, and cerita ini murni pikiran aku sendiri
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,405,460
  • WpVote
    Votes 1,666,418
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.