Fav
5 stories
Musim Yang Baik [FIN] by katatiwi
katatiwi
  • WpView
    Reads 240,146
  • WpVote
    Votes 23,527
  • WpPart
    Parts 60
JIka menjadi baik tidak cukup membuat hidupnya tenang JIka berkelana bertahun-tahun justru membuatnya semakin kosong Bagian mana yang masih kurang dari usahanya memaafkan? Semua orang berkata bahwa waktu sepuluh tahun sudak lebih dari cukup Tapi menurutnya tidak Ia bahkan masih jauh dari merasa cukup.
Penghujung Malam by katatiwi
katatiwi
  • WpView
    Reads 969,766
  • WpVote
    Votes 31,906
  • WpPart
    Parts 22
Clara tak menginginkan hal ini terjadi. Ia hanya ingin hidup damai. Menghasilkan banyak uang, sesekali pulang dan begitu selamanya. Tak pernah ia sangka bahwa hidupnya akan sedemikian berwarnanya sampai ia sendiri tak tahu lagi warna apa yang ada di kanvas yang tak berbentuk itu. Ia tak habis pikir menjadi staff keuangan salah satu kontraktor ternama di Indonesia akan membawanya menuju kisah yang sebenarnya tak sedih-sedih banget, tapi cukup menyebalkan. So, here we go. Clara Monatrium yang melalui banyak drama justru diumurnya yang sudah mulai dewasa.
Menghitung Petang (FIN) by katatiwi
katatiwi
  • WpView
    Reads 637,521
  • WpVote
    Votes 54,625
  • WpPart
    Parts 48
Tidak ada yang lebih rapuh dari sebuah kepercayaan. Ia paham betul bahwa yang bisa ia yakini selama ini adalah percaya pada diri sendiri. Hidupnya tenang. Tenang yang menakutkan. Bagimana bisa tiba-tiba sebuah badai datang membuat kapal yang ia tumpangi bergerak tidak terkendali?
Senja Yang Redup [FIN] by katatiwi
katatiwi
  • WpView
    Reads 75,009
  • WpVote
    Votes 10,236
  • WpPart
    Parts 31
Air yang tenang justru menenggelamkan lebih dalam. Terbiasa mendapat perhatian banyak orang tidak membuatnya benar-benar tahu seperti apa rasanya diperhatikan. Menjadi figure skating hampir sepuluh tahun tidak menjadikannya merasa puas. Malam-malam yang ia habiskan dengan berseluncur diatas es tidak menghilangkan kekosongan dirongga dadanya. Tidak membuatnya merasa cukup. Sagara tidak pernah merasa cukup. Lalu ketika seorang anak menawarkan persahabatan, ia tergoda. Tak tahu bahwa anak itu justru sama berantakannya. Tidak cukup dengan mereka berdua, satu lagi sahabatnya justru memiliki hidup yang sama gelapnya. Sagara pikir, persahabatan mereka akan menyenangkan. Seperti yang ia lihat pada anak-anak lainnya. Tapi tidak. Persahabatan mereka penuh darah. Tidak seperti pelangi yang berwarna-warni. Hanya ada hitam. Gelap dan mematikan. --- Cerita ini Spin-Off Penghujung Malam. Bisa dibaca terpisah.
Menunggu Pagi [FIN] by katatiwi
katatiwi
  • WpView
    Reads 169,322
  • WpVote
    Votes 16,324
  • WpPart
    Parts 33
Ibu yang ia rawat sejak masih kecil sudah tiada. Perang dingin dengan kakaknya, Clara, juga sudah cair. Cakka sudah memutuskan untuk pindah ke Jakarta, selain karena tawaran dari kantor auditor tempatnya bekerja, juga karena permintaan Clara. Kakak perempuannya. Setelah hampir setahun menetap di Ibukota, menjadi anak bungsu dikeluarga iparnya, Cakka tidak menyangka pertemuan singkat dengan seseorang dimasa lalu membuatnya kembali gamang. Tidak seperti ia yang biasa diam lalu mundur perlahan, Cakka merasa harus menyelesaikan segalanya. Kali ini dengan tuntas. Gadis yang dulu ditinggalkannya, muncul dengan wajah yang jauh lebih bersinar. Cakka bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya, dan ketika pandangan mereka beradu. Kisah mereka bertahun-tahun lalu belum usai. Tidak pernah usai. ---