masian22
- Reads 1,096
- Votes 11
- Parts 14
Perjalanan yang kita ciptakan tak ubahnya seperti beranjak di atas pecahan kaca yang sudah pasti menuai luka. Manusia hanya mampu melompat dari satu kepergian ke kepergian lainnya dengan luka yang membekas berbeda. Kau, aku, teman-temanku dan mereka semua adalah korban dari kepergian yang sama.
Kita tak perlu membohongi perasaan. Menyangkal tidak akan menghasilkan apa-apa, sedangkan memaksa bahagia hanya berujung pada pencarian fana. Saat hancur sudah menemui waktunya, kita hanya perlu menerima reruntuhan rasa dari kepingan perasaan yang berjatuhan.
Harapan-harapan memang pernah patah, angan yang pernah terpotek menjadi beberapa bagian dan hancur di hadapan sepasang mata. Mungkin menyerah lebih mudah. Bisa jadi, lari adalah solusi paling baik. Patah akan selalu ada, dan luka yang menjadi saksinya, lalu bagaimana bahagia?