WerenTaseseb's Reading List
15 stories
Narasi Tentang Kamu by oppinopitasari
oppinopitasari
  • WpView
    Reads 13,146
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 24
Siapapun pasti akan memiliki cerita tentang "kamu" nya masing-masing. Dan ini, adalah bagian dari narasiku tentang "kamu". Perihal pertemuan yang asing dan perpisahan tanpa berembuk.
Whelve by Gurlzzann
Gurlzzann
  • WpView
    Reads 33,939
  • WpVote
    Votes 1,002
  • WpPart
    Parts 100
Tulisan-tulisan klise yang datang pada saat yang tidak tepat, dan terlintas begitu saja. Ungkapan hati yang sudah hitam, gelap dan tak ingin seorang pun tahu apa yang ia rasakan, kecuali dari tulisan diam-diam. 𝐾𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑏𝑎𝑖𝑡𝑘𝑢.
Widji Thukul (Sebuah Catatan Kecil Kebenaran Tak Akan Mati) by Jinggabiru3
Jinggabiru3
  • WpView
    Reads 48,782
  • WpVote
    Votes 3,418
  • WpPart
    Parts 39
Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo(lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus1963 - meninggal di tempat dan waktu yang tidak diketahui, hilang sejak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun) adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer. Catatan: ini hanya sekedar puisinya beliau saja tidak termasuk dari biografi perjalanan beliau melawan era otoriter rezim Soeharto pasca orba untuk buku saya rekomendasikan adalah "NYANYIAN AKAR RUMPUT, WIJI THUKUL: Teka-Teki Orang Hilang, dan AKU INGIN JADI PELURU"
Rasa Dalam Aksara by Salsabilapp_
Salsabilapp_
  • WpView
    Reads 8,144,580
  • WpVote
    Votes 208,577
  • WpPart
    Parts 168
Cover by: @silviye_ Bahkan rasa ini pernah ada untukmu, sebelum akhirnya waktu mampu menghapusnya. Bahkan jantung ini pernah berdetak hebat karena mu, sebelum akhirnya jarak mampu menghentikannya. Maaf jika ternyata cinta ku tak sehebat kamu. Kamu yang masih setia dengan rasa yang sama, saat aku bahkan menyerah untuk menjaga rasa. Kamu yang masih menyimpan nama yang sama, saat aku bahkan tak berhasil untuk setia pada satu nama. Terimakasih telah mencintaiku dengan hebat,walau nyatanya yang mampu aku balas hanya sesak. Terimakasih pernah menciptakan tawa, walau mungkin yang aku torehkan hanya luka. Highest rank = #1 dalam POETRY
Sastra & Manusia by Milly_W
Milly_W
  • WpView
    Reads 14,054
  • WpVote
    Votes 1,099
  • WpPart
    Parts 16
Sebuah pengamatan dan ungkapan. Sebuah teriakan melalui tulisan. Sebuah tangisan melalui diksi. Sebuah tawa melalui kata. Sebuah cinta melalui rasa. #130 in Non-Fict (280418)
Dunia Narasi by dyah_yuukita
dyah_yuukita
  • WpView
    Reads 17,334
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 18
Soal kehidupan banyak rasa. Kumpulan narasi ini hanya menjadi penyanding atas rasa yang tertoreh. Mewakili setiap rasa yang kini mencuat di relung hati. Membiarkan aksara demi aksara terlukis indah. Demi merasakan kehidupan ini.
Bumi Manusia by denajeng
denajeng
  • WpView
    Reads 316,783
  • WpVote
    Votes 5,846
  • WpPart
    Parts 35
Quotes dan Sedikit tentang Bumi Manusia. Buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toeryang. Ada juga info info tentang film terbarunya yang akan diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. ( :'v ) Semoga Bermanfaat :)
(1926) Aksi Massa - Tan Malaka by GeraniumNegra
GeraniumNegra
  • WpView
    Reads 34,208
  • WpVote
    Votes 631
  • WpPart
    Parts 14
Bangsa Indonesia yang sejati dari dulu sampai sekarang masih tetap menjadi budak belian yang penurut, bulan-bulanan dari perampok-perampok bangsa asing. Bangsa Indonesia yang sejati belum mempunyai riwayat sendiri selain perbudakan. Hanya aksi massa yang bisa membebaskannya... Ditulis oleh Tan Malaka pada tahun 1926 di Singapura. Sumber: Diambil dari buku "Aksi Massa" terbitan Teplok Press, 2000. Diambil dari Marxist.org Diunggah kesini untuk tujuan pendidikan.
Kata Pram by classfield
classfield
  • WpView
    Reads 123,115
  • WpVote
    Votes 5,092
  • WpPart
    Parts 22
"Seorang terpelajar harus bertindak secara terpelajar sejak dalam pikiran ataupun perbuatan!" Pram, panggilan yang dalam kehidupan sehari-hari ia dipanggil adalah seorang sastrawan hebat yang telah melahirkan karya-karya yang sangat luar biasa. Ia lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Feberuari 1925. Hampir seluruh karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Sangat luar biasa, betapa bangganya bangsa-bangsa Indonesia memiliki sastrawan hebat sekaliber Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya telah menuangkan karya-karyanya dalam bentuk tulisan berupa novel, cerpen, dan artikel. Karya-karya ini berhasil melambungkan namanya dan sekelas dengan beberapa satrawan dunia. Tidak hanya sebagi penulis, Pram juga merupakan seorang tokoh demokrat sejati yang berpegang teguh dalam membela hak asasi manusia. Bentuk pembelaan terhadap hak asasi manusia ia tuangkan dalam beberapa tulisannya. Salah satu karyanya yang luar biasa dalah Tetralogi Pulau Buru yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Keempat novel ini ia tulis ketika ia diasingkan oleh rezim Soeharto ke penjara di Pulau Buru, karena tuduhan sebagai anggota organisasi terlarang PKI, ia ditahan selama 14 tahun pada zaman Orde Baru tanpa adanya kepastian hukum dalam kasusnya. Karya pertama Pram pertama kali terbit di Australia pada saat itu, sungguh Ironis memang. Bagaimana mungkin karya anak bangsa yang seharusnya lebih dihargai dalam negeri sendiri justru diperkenalkan pertama kali oleh bangsa asing. Banyak tulisan karya Pram dibakar pada masa Orde Baru (copyright dari google) Dan disini saya membagi penggalan-penggalan kata-katanya. Selamat Membaca!
Soe Hok Gie (Catatan Kecil)  by Faresty
Faresty
  • WpView
    Reads 23,487
  • WpVote
    Votes 579
  • WpPart
    Parts 4
Ini merupakan kumpulan kata-kata yang ditulis oleh Soe Hok Gie dalam catatan hariannya. Kata-kata yang dimuat di sini berasal dari buku Catatan Seorang Demonstran terbitan LP3S Indonesia.