Aisyah_mlkf's Reading List
2 stories
ARGANTARA  by fafayy_
fafayy_
  • WpView
    Reads 55,496,322
  • WpVote
    Votes 3,196,442
  • WpPart
    Parts 50
SUDAH DIFILMKAN🎬 SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS DAN RINCINYA ONLY NOVEL! #03~Fiksi remaja (19 maret 2021) Argantara the me movie season 1 -Ketika tawamu menjadi bahagiaku Nikah muda tidak pernah terlintas diotak Arga, entah apa yang ada pikirkan oleh kedua orangnya, sampai bisa-bisanya menikahkan dirinya dengan anak sahabat dari almarhum ayahnya. Atau sebagai wasiat yang harus dipenuhi ketika Arga sudah menginjak di usia delapan belas tahun. "Lo tau apa perbedaan sebuah lingkaran sama kubus?" Syera mengangguk. "Lingkaran itu gak punya panjang dan segala macamnya, karena dia gak ada ujungnya tapi punya ruang didalamnya," "Sama kayak cinta gue ke lo. Cinta gue ke lo layaknya sebuah lingkaran, gak ada ujungnya dan gak akan berhenti. Tapi---" "Sama juga seperti kubus, suatu garis akan berhenti ketika dipertemukan dengan garis lainnya. Sama halnya dengan gue, jantung dan hati gue yang seutuhnya buat lo nantinya bakal berhenti ketika dipertemukan dengan satu titik, titik dimana gue gak bisa nolak dan menghindar." "Ajal, itulah titik terakhir gue nanti." HIGH RANK : #01~couplegoals (30122020) #01~possesif (060121) #01~nikah dini (060121) #02~brandal (14122020) #02~leader (170121) #34~highschool (070121) Start : 24 November 2020 Finish: Februari 2021 © Copyright by fafayy_ [JIKA ADA KESAMAAN KATA ATAU KALIMAT MOHON MAAF TIDAK ADA UNSUR PENJIPLAKAN]
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,406,288
  • WpVote
    Votes 1,666,432
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.