ellarsyie
Ia terjebak dalam hubungan yang tidak pernah benar-benar dimulai, tapi juga tidak pernah selesai. Seseorang hadir dengan perhatian, kedekatan, dan percikan momen-momen yang terasa spesial, namun selalu berhenti sebelum menjadi nyata. Tidak ada kejelasan, hanya sinyal campur aduk yang membuatnya terus berharap.
Setiap hari ia bertanya-tanya, ini nyata atau cuma aku yang terlalu berharap?
Setiap percikan terasa berarti, setiap jarak terasa seperti hukuman. Ia belajar menunggu, menyesuaikan diri, mengecilkan kebutuhan sendiri, demi sesuatu yang bahkan tidak pernah dijanjikan.
Hubungan itu perlahan mengikis dirinya. Bukan karena disakiti secara terang-terangan, tapi karena berada terlalu lama di ruang yang tak pernah pasti. Ia tenggelam bukan oleh badai, melainkan oleh kedalaman palsu yang membuatnya bertahan lebih lama dari seharusnya.
Dan di titik itu, satu pertanyaan terus berputar di kepalanya:
akankah semua ini akhirnya menjadi nyata?
[AKAN DIPERBARUI SECARA BERKALA]