illymawadatul
- Reads 2,259
- Votes 151
- Parts 22
Plaakkk.... plakkk...
Tamparan keras mengenai pipi kedua putra putrinya.
"Abi seumur hidup mendidik kalian dengan yang baik baik! Abi juga bersumpah tidak pernah memberimu makan dari hasil yang subhat apalagi yang haram, tapi kenapa kalian melakukan hal yang paling dimurkai Allah!" Bentak Abi Faqih diakhir kalimatnya.
"Umi sudah, tidak tau harus menganggap kalian sebagai anak-anak Umi atau tidak, yang pasti saat ini Umi benar-benar kecewa pada kalian," lembut namun apa yang dikatakan Umi sangat mengiris hati.
Ketekunan dan keistiqomahan mereka membuatnya selamat dari masalah yang mereka hadapi saat itu, hingga pada suatu saat mereka bertemu jodohnya masing-masing, dimana Iid dan Aad menggunakan seribu kecerdasannya untuk mengembalikan nama baik pesantren orang tua, dan pesantren dimana meraka menuntut ilmu.
"Ya Allah, jika ini memang orang yang kau takdirkan untukku, maka berikanlah keikhlasan hati Umah dan Abi Ya Rabb... agar bisa melepasku untuk pria itu. Dan semoga engkau meridhoiku dengannya walaupun sejujurnya hati ini belum sepenuhnya ikhlas,". ~Ning Athiyah Rosyidah~
"Karna harapan yang ada pada keluargaku adalah separuh dari hidupku, mau tidak mau aku harus menurutinya demi menjaga kehormatan keluarga dan guru-guruku. Demi Allah, sulit bagiku untuk bisa mencintainya Ya Rabb...."~Gus Muhammad Arsyad~