sendy_wara
Dalam cerita ini, pembaca diajak menelusuri perjalanan tiga tokoh utama yaitu: Salman, seorang mahasiswa Sejarah Peradaban Islam; Salma, seorang santri dengan keahlian dalam dakwah; dan Salim, seorang mahasiswa Ilmu Komputer ahli ethical hacking. Ketiganya dipertemukan oleh sebuah misi besar yaitu memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Latar belakang cerita dimulai dari sejarah panjang konflik Palestina, dimulai dari Deklarasi Balfour hingga pembentukan negara Israel yang merampas hak-hak rakyat Palestina. Novel ini mengupas berbagai dinamika politik, sejarah, dan kemanusiaan di balik konflik tersebut, sambil menggambarkan bagaimana dunia internasional sering kali gagal bertindak tegas.
Ketiganya memulai perjuangan masing-masing dari jalur yang berbeda. Salman menggunakan kekuatan tulisannya untuk membuka mata dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Salma menyuarakan kebenaran melalui dakwah dan media sosial, memanfaatkan empatinya untuk menyentuh hati banyak orang. Salim, dengan keahlian teknologinya, terlibat dalam melindungi informasi penting dan membangun sistem digital untuk mendukung perjuangan Palestina.
Perjalanan mereka membawa pembaca melewati kamp pengungsian, diskusi-diskusi internasional, hingga tragedi yang menyayat hati. Salah satu momen penting adalah saat kamp pengungsian mereka diserang, menewaskan banyak pengungsi, termasuk seorang ibu dan anak asal Israel yang melarikan diri dari kekejaman tentara Zionis. Peristiwa ini menjadi puncak klimaks, menggambarkan betapa kemanusiaan sering kali terabaikan di tengah konflik.
Dalam cerita ini, pembaca tidak hanya diajak merasakan penderitaan rakyat Palestina, tetapi juga diberi wawasan tentang bagaimana kita dapat berkontribusi, baik melalui aksi nyata maupun doa dan dukungan moral. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, novel ini mengingatkan bahwa setiap individu memiliki peran dalam memperjuangkan keadilan, di mana pun mereka berada.