therr___
Barangkali, beberapa cerita memang tidak pernah benar-benar ditulis untuk menjadi cerita.
Ia bermula dari sesuatu yang bahkan tak sengaja: serpihan percakapan, salah tafsir yang sempat menumbuhkan jarak, lalu sepotong harapan yang kuselipkan diam-diam di antara kalimat-kalimat fiksi.
Aku menulis tentang dua orang yang pernah saling menjauh, tentang sesuatu yang belum selesai meski sempat dipaksa menjadi akhir. Tentang kemungkinan kecil bahwa yang retak masih dapat menemukan jalan pulang bukan sebagai doa yang lantang, hanya sebagai kemungkinan yang kutitipkan pada tokoh-tokoh rekaan.
Lalu waktu melakukan sesuatu yang tak pernah kuminta.
Apa yang semula hanya kuberi nama cerita, perlahan menemukan bentuknya di kehidupan nyata.
Jarak itu benar-benar berujung pada pulang. Yang sempat salah arah kembali menemukan percakapan. Dan sesuatu yang kukira hanya akan hidup di antara halaman, justru mengetuk dunia yang sebenarnya.
Mungkin aku tidak sedang menulis sebuah cerita.
Mungkin, tanpa kusadari, aku sedang meninggalkan sebuah pintu terbuka dan seseorang benar-benar menemukannya.