ziuzizan_88
- Reads 17,494
- Votes 294
- Parts 163
Sejak kecil, Andre dan Tio adalah dua nama yang tak terpisahkan. Mereka tumbuh bersama dari SD, SMP, hingga SMA-selalu sekelas, selalu sedekat nadi. Di kampus pun mereka tetap bersama, seperti takdir yang terus mempertemukan mereka berdua.
Namun yang tak diketahui dunia, adalah perasaan diam-diam yang tumbuh di antara mereka. Rasa yang perlahan mengubah arti persahabatan jadi sesuatu yang lebih rumit, lebih dalam. Ketika akhirnya Tio mengungkapkan isi hatinya pada Andre, dunia seolah berhenti. Andre bimbang, bingung, tapi tak bisa menyangkal bahwa hatinya ikut bergetar. Ia pun menerima Tio, dan untuk pertama kalinya mereka menjalin cinta-cinta yang mereka jaga dalam diam.
Demi cinta itu, Tio menawarkan lebih dari sekadar pelukan dan kata-kata manis. Ia menawarkan penerimaan total, bahkan masa depan. Tio yang lembut namun dominan, mulai membisikkan keyakinan bahwa Andre bisa menjadi dirinya yang sesungguhnya-bahwa mungkin, selama ini Andre hanya belum mengenal siapa dirinya sebenarnya.
Pelan-pelan, dengan cinta dan pengaruh Tio yang kuat, Andre mulai berubah. Ia belajar mengenal lipstik, mengenakan wig, berjalan dengan sepatu hak, hingga akhirnya menamai dirinya: Alya. Transformasi itu bukan sekadar fisik, tapi juga batin. Tio tak hanya menjadi kekasih, tapi juga mentor, penuntun, bahkan pencipta identitas baru bagi Alya.
Namun di balik keindahan cinta mereka, tersimpan badai yang tak bisa dihindari. Keluarga Andre-terutama sang ayah yang keras dan militeris-menganggap semua ini sebagai aib. Ibunya diam dengan mata sembab setiap malam. Sedangkan Tio harus berhadapan dengan ancaman pengucilan dari keluarga konservatifnya yang memiliki gengsi sosial tinggi.
Alya dan Tio harus memilih: tetap setia pada cinta yang telah membentuk mereka, atau menyerah pada dunia yang belum siap menerima.
Dalam malam-malam penuh kiasan yang membara, dalam bisikan sayang yang dibungkus keraguan, dalam pelukan yang lebih sering menyembunyikan ketakutan daripada gairah.