Xyzkdf34
Di dunia An He yang abadi dengan kegelapan, dua nama menjadi legenda yang ditakuti: Su Muyu, sang "Hantu Payung" yang dingin dengan jurus 18 Pedang yang mematikan, dan Su Changhe, sang "Pengantar Jenazah" yang licik dengan tawa yang menyembunyikan ribuan belati. Bagi dunia persilatan, mereka adalah kombinasi maut yang tak tersentuh. Namun, di balik dinding An He yang penuh konspirasi, terdapat sebuah rahasia yang terkunci rapat.
Su Muyu seharusnya sudah bebas. Saat Ketua Besar tewas, pintu menuju cahaya yang selama ini ia impikan terbuka lebar.
Namun, ia memilih untuk membakar surat kebebasannya dan kembali masuk ke dalam sangkar besi sebagai Kepala Keluarga Su. Ia melepaskan langit biru demi tetap menjadi bayangan yang melindungi Su Changhe-satu-satunya manusia yang selalu tertawa ceria di matanya, meski seluruh dunia menganggapnya iblis.
Su Changhe memiliki ambisi besar untuk membangun "Seberang" dan mengubah An He, sementara Muyu hanya ingin membubarkannya agar mereka bisa berhenti membunuh. Meski jalan pikiran mereka bertolak belakang, bagi Changhe, seluruh dunia boleh hancur dan siapapun boleh mati, asalkan Muyu tetap ada dalam jangkauan belati kembar di punggungnya.
Di bawah perlindungan payung pemberian Changhe-yang di dalamnya tersimpan pedang kematian Muyu-keduanya terikat dalam janji yang tak terucapkan. Di balik pintu tertutup, sang Patriark yang angkuh melepaskan segala kelicikannya, menyerahkan seluruh kerentanan jiwanya ke dalam genggaman tangan dingin sang Umbrella Ghost.
Ini bukan hanya tentang kekuasaan di Sungai Gelap, melainkan tentang kesetiaan yang melampaui batas kewarasan, di mana napas Changhe adalah satu-satunya alasan Muyu tetap memilih untuk hidup dalam genangan darah.