penasyana
- Reads 10,596
- Votes 1,652
- Parts 36
Memang harus ada kejadian besar, baru pria itu ingat untuk pulang ke Indonesia. Namun pulangnya membawa luka, dan trauma tersendiri sehingga ia berniat mencari pelampiasan di vault bar Jakarta.
Memesan wanita dari anak yang bisa dikatakan seumuran dengan adiknya Areta.
"Lo temannya Areta kan?"
Qeez mengangguk lagi, namun kali ini sedikit pelan. Tatapannya menunduk sebentar, menahan debar.
"Areta tau lo kerja di sini?" tanya Harrev lagi , kali ini nada santai tapi tetap menusuk , seolah menilai.
"Gue di sini penghubung, bukan lady..." katanya, suara sedikit bergetar tapi tegas, mencoba menjelaskan profesinya.
Harrev menatapnya dengan dingin, masih menyimpan ekspresi seperti mengejek. "Gak percaya gue?"
"Bukan ranah gue juga buat bikin lo percaya..." balas Qeez dengan nada yang tak kalah dingin dari Harrev. Bibirnya bergetar sedikit, tapi ia tetap menahan emosi.
***
Lo jauh-jauh bawa gue ke sini, buat bunuh diri bareng?" sarkas Qeez melihat Harrev yang sudah selesai dengan drama tali yang mengikat pinggangnya. Pria itu hanya tertawa, tawa lepas yang tidak pernah Qeez lihat sebelumnya.
"Yok, asik kayaknya." Ujarnya remeh
Ia memberi tali itu ke Qeez namun Qeez hanya diam tak bergeming.
"Gila ya lo.."