Lingga_r
Hentakan kaki menuju jalan yang berseri-seri, di penuhi hikmah yang selalu menelusuri. Melewati setiap jalan-Nya, di kerumuni ujian-ujian yang berupa baik dan buruk, apakah seperti itu skenario yang Allah timpakan padaku?. Mengapa Allah mempertemukan aku dalam hidupnya dan sebaliknya pula?. "Terima kasih telah berada di kehidupanku" (itu yang ku ucapkan padanya) dan dia pun membalasnya pula "Terima kasih pula telah berada di kehidupanku.". Hal itu senantiasa berdenyut dalam hatiku, tatkala aku bertemu dengannya baik itu dalam kesengajaan maupun dalam ketidaksengajaan. Pastilah gemetar dan kebisuan menyelimutiku. Aku tak sanggup menahan derita yang Allah timpakan padaku dan tidak pantas pula aku menyalahkan takdir-Nya, sekiranya aku berdo'a dalam ibadahku untuk dimatikan dalam husnul khotimah. Agaknya buruk untuk mengadu nasib yang belum tentu di timpakan-Nya. Sekali lagi, aku bukan berarti menyalahkan takdir, bukan pula menyanggupi derita yang sedang ku alami, melainkan aku hanya ingin bersosialisasi pada diriku sendiri untuk menenangkan hati yang telah hancur lebur karena cinta dalam diam.