Intanyohana2's Reading List
4 stories
Bucin :-) by Intanyohana2
Intanyohana2
  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 9
Kok gue bucin ya?
AIDEN [PROSES REVISI]  by EldaAmoretaa
EldaAmoretaa
  • WpView
    Reads 1,880,549
  • WpVote
    Votes 93,361
  • WpPart
    Parts 115
8 Agustus 2018 #1 in Fiksiremaja. Aiden menjabat sebagai ketua osis dia memiliki sifat berkebalikan dengan ketua osis pada umumnya yang pintar, patuh, rajin. Sedangkan Aiden? Apa jadinya sekolah jika memiliki ketua osis yang kelakuannnya terkenal brandal, entah apa yang terjadi tiba-tiba temannya mendaftarkan dirinya menjadi calon ketua osis dan parahnya banyak murid yang mendukung dirinya menjadi seorang ketua osis. Keysil. Gadis polos yang tidak pernah berpacaran. Dia memiliki semua hal yang diimpikan sebagian wanita. Cantik, model, dan dikagumi oleh banyak cowok. Tapi dia merasakan kalau semua yang ada di dalam dirinya hanyalah sebuah kutukan.
KEYSIL by EldaAmoretaa
EldaAmoretaa
  • WpView
    Reads 77,705
  • WpVote
    Votes 5,558
  • WpPart
    Parts 21
Melanjutkan kisah antara Aiden dan Keysil. "Apa gunanya mempertahankan orang yang tidak ingin dipertahankan?" 6.11.2018
+19 more
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,404,085
  • WpVote
    Votes 1,666,415
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.