awllchka
- Reads 3,996
- Votes 463
- Parts 12
[Story 6]
Bagaimana rasanya menjadi seorang istri, Saraswati Hardana?
Pertanyaan hidup tidak ada habisnya.
Hidup sebagai anak tunggal selama tiga puluh tahun, situasi memaksaku untuk mandiri, menahan ego dan selalu berbagi. Lalu, aku jatuh cinta dan menikah, dengan lelaki dimana aku bisa sangat egosi dengannya. Rasanya, menghabiskan kesendirianku bersamanya bukan hal buruk.
Nyatanya, ini tidak hanya tentangku dan suamiku. Karlino Adam Witya. Jatuh cinta juga menyusahkan. Kadang, mandiri dan hidup sendiri terdengar lebih bebas di telingaku. Tapi di telinga Mamaku, itu mengerikan. Tidak bisa membayangkan anak tunggalnya hidup sendiri menjadi perawan tua.
Lalu, apakah dia buruk padaku?
Tidak sama sekali. Terlampau baik untukku.
Kalimat pujian yang kuterima.
Pelukan yang selalu diberikan.
Waktu yang ia sisakan.
Juga, penolakan halusnya.
Seperti katanya, "buat apa membelikan aku, jas aku banyak, sepatu juga masih bagus, itu di lem masih bisa dipakai, nanti beli kalau udah bener-bener rusak."
Padahal aku berikan sebagai terima kasih dan perayaan naik gaji.
Lalu, ia akan menambahi "Ya sudah, uangnya untuk beli kesukaan kamu aja."
Dia yang lebih mementingkan diriku daripada dirinya.
Terasa sangat membebaniku dan membuatku serakah.
Selanjutnya, kami tidak tahu apa yang akan kami pilih saat dihadapkan dengan trauma yang menghantui pernikahan kami. Sepertinya yang lebih susah bukan soal bagaimana bahagia di dalam tali pernikahan ini, tetapi bagaimana kami bisa berpengangan untuk saling bertahan.
"Aku hamil."