dinarkhair
- Reads 827
- Votes 110
- Parts 11
Diandra Mehruza, berjalan tertatih menuju masa depannya, untuk mencari kesempatan kedua.
Menerima segala penghakiman dari manusia akibat kebodohannya. Mereka menertawakan, mencibir, juga menikmati dalam sekali waktu.
"Wanita pezina!" hardik mereka.
Dalam gelapnya malam Diandra mencoba mencari setitik cahaya dalam kegelapan. Mencari satu kali saja kesempatan kedua untuk ia pergunakan.
Namun semuanya sudah terlanjur menyebar. Wajahnya sudah terpatri di kepala manusia-manusia itu bahkan saat ia sudah berusaha untuk menghapusnya.
Adam Leicester si pria blasteran Ingris itulah yang telah menoreh luka! Bahkan menabur garam di atas luka Diandra yang masih basah berdarah.
"Lepas hijabnya! Dasar munafik!" Kalimat itu terdengar berulang kali di telinga. Hingga rasanya sudah terbiasa.
Dengan kilatan senyum sinisnya, Diandra berujar ...
"Andai tidak ada Allah yang Maha Mengasihi, mungkin sudah sejak awal aku mengiris nadi."