IntanAlc98
- Reads 288
- Votes 22
- Parts 14
Jika mencintai adalah hak semua orang, kenapa sangat sulit untuk merasakan perasaan ini untuk dirinya yang begitu sempurna. Sudah kucoba banyak cara untuk bisa mencintainya dengan berbagai kekuranganku. Aku tahu, aku begitu jauh darinya. Baiklah, jika memang dia bukan wanita yang sudah Allah tulis namanya di pohon lahul mahfudz. Maka biarkanlah dia mencari kebahagiaanya sendiri. Mungkin memang perjuanganku sudah cukup sampai disini. Selamat tinggal dan Ahlan wa Sahlan engkau yang disana....
-Fawwas-
Sudah sejauh ini pengorbananku untuknya. Allah pasti tahu ikhtiar dan juga setiap rapalan doa yang selalu kesebut namanya didalam doaku. wajahnya yang begitu manis dan teduh, seakan menyihir duniaku yang begitu monokrom. Tawanya mampu mengalihkan segala gundah gulana dan beban pikiranku. Ya Allah, jika engkau meridhai rasaku ini. Semoga rasaku ini akan sampai pada kata qabul dihadapan saksi dan semua orang nanti. Bahwa hanyalah aku yang berhak atas dirinya...
-Fauzan-
Apapun yang manusia kerjakan, pasti tidak akan luput dari khilaf. begitu pula Fauzan dan Fawwas. Dua lelaki yang berjuang untuk mendapatkan hati seorang gadis bercadar. Apakah gadis ini akan berakhir dengan pesona Fawwas sang Playboy hijrah? Ataukah akan terjerat dengan sisi lembut dan humoris seorang Fauzan? Hanya Allah yang dapat menentukan segalanya. Sungguh, hanya Allah yang dapat memilih yang terbaik diantara yang paling baik.