Cybelyn11
- Reads 741
- Votes 162
- Parts 3
Baru aja bangun, masih setengah sadar, Santara terpaksa berdiri ngebawa gayung berisi sabun, sikat gigi serta pastanya buat mandi di kamar mandi umum di ujung jalan. Baru aja buka pintu rumahnya yang udah usang itu, dia hadapkan dengan cowok berpakaian rapi dari ujung rambut sampai ke kaki. Kemeja navy dengan celana abu memeluk badan proporsional pria matang di depan Santara. Benar-benar asing dengan orang itu, tapi perasaan Santara gak enak. Soalnya tu orang liatin Santara dari kepala sampai dengan tampang gak suka.
"Mau uang berapa?"
"Maksudnya? Ini lagi syuting reality show, ya? Tiba-tiba banget, nih, saya belum mandi, Pak."
Menghela nafas, orang di depan Santara keliatan muak denger jawaban Santara. "Maksud saya berapa harga buat kamu ninggalin Garja?"
"Garja? Saya-"
"Lima puluh juta? Seratus? Atau di atas seratus? Saya tulis ceknya sekarang."
"Gak ada harga tebusannya, Garja dan anak kami ... gak bakal saya tinggalin."
Pria di depan Santara sedikit kaget tapi detik berikutnya pria itu kelihatan geram. "Kalo gitu harganya bukan uang, tapi ini!" Satu bogeman menghantam pipi Santara. Pria itu lalu ngasih kode buat dua pria lain di belakangnya, agaknya itu bodyguard. Tamatlah riwayat Santara di pagi itu, pukulan demi pukulan menghantam wajah dan juga badannya. Darah mulai mengucur dari mulut dan hidungnya. Cowok itu dihajar sampai gak bisa berdiri lagi.
Pada akhirnya pipi Santara dicengkeram oleh laki-laki tadi. "Jangan lancang, jauhi Garja. Liat sekitar kamu, menghidupi diri sendiri aja gak sanggup, mau dikasih apa Garja sama bayinya, hah?!"