IrfanZidni390
Perkelahian satu lawan satu itu, seperti satu lawan seribu. Orang yang seperti dikeroyok seribu pendekar itu dengan lincah menangkis, menghindar setiap sergapan, gempuran, dan giringan dari seribu bayangan. Seorang gadis menyaksikan dengan tercekat di posisi yang agak jauh dari perkelahian kedua pendekar itu.
Pertarungan semangit sengit, setengah jam berlalu dengan hasil yang sama-sama nihil. Belum ada yang terdesak. Belum ada yang mendesak.
Pendekar itu sedang berpikir, bagaimana caranya mengetahui mana tubuh asli lawannya.