Putra0571
- LECTURAS 17
- Votos 2
- Partes 10
Jutaan tahun yang lalu...
Jauh sebelum manusia mengenal sejarah, langit pernah dipenuhi kerajaan.
Di Planet Mibu, kerajaan melayang di atas awan, kota-kota dijaga benteng energi, manusia buatan berjalan di antara rakyat biasa, dan para kultivator menulis ulang hukum alam dengan bahasa kuno yang disebut 7 Bahasa Program Alam Semesta.
Mereka menyebut masa itu sebagai Era Kuno Nusantara.
Era paling agung.
Era paling cerdas.
Era yang menghancurkan dirinya sendiri.
Namun, kejayaan ini terancam musnah dan hancur karena kemajuan dari peradaban itu sendiri.
Dari aliansi enam kerajaan dewa, lahirlah sebuah teknologi penyelamat bernama Nebula Technology. Mesin itu diciptakan untuk melindungi kehidupan semua makhluk alam semesta dari bencana.
Teknologi yang diciptakan oleh aliansi 6 kerajaan besar di dunia sebelum mereka bertikai.
Namun saat darah enam pewaris mengalir di inti teknologi yang belum sempurna ini.
Nebula tidak menyelamatkan siapa pun.
Keberadaan mengerikan itu bangun.
Planet runtuh.
Bintang-bintang padam.
Peradaban Mibu lenyap dari realitas, menyisakan enam permata kuno dan jiwa-jiwa yang terperangkap di dalamnya.
Ratusan ribu tahun berlalu.
Di era baru, seorang pemuda bernama Adi Putra, atau Diputra, hidup dengan kalung tua peninggalan orang tuanya. Bagi orang lain, kalung itu hanya rongsokan. Lima permatanya kusam, retak, dan tidak berharga.
Kalung itu seharusnya memiliki enam permata. Tapi sejak kecil, Diputra hanya mengenal lima. Satu lagi hilang di entah dimana.
Kalung itu pemberian dari pengorbanan orang tua Diputra sebelum meninggal .
Karena kalung itu bukan peninggalan biasa.
Ia adalah sisa dari teknologi yang pernah membunuh sebuah planet.
Dan kini, Nebula mulai memanggil kembali namanya.
Akankah peradaban itu kembali lagi dan menciptakan perdamaian untuk peradaban sekarang ini?
Kita lihat perjalanan Adi Putra untuk mendamaikan peradaban saat ini dengan menggunakan teknologi terkuat zaman kuno.