anisaaafitriaani
- Reads 654
- Votes 47
- Parts 23
Pernah tidak ? Semula detak itu baik. Detik itu normal, hari yang berganti selalu dinanti, bahagia meski dahaga. Air mata pun sukar berbicara. Segalanya hanya tentang tawa. Tak peduli entah itu di ridhoi-Nya atau tidak yang penting hati bahagia.
Sampai pada suatu waktu, PRraaakkkk ! Ada peluru yang menembak ! Perih sekali,. Kemudian di pukul palu bertubi tubi ! Awhhh... Sakitttt ! air mata tak henti berseluncur di pipi. Remuk bubuk lebur, 3 kosakata yang mewakili keadaan hati. Mungkinkah semesta begitu membenci apa yang pernah ku lakukan ? ! Semesta katakanlah ! Benci kah engkau padaku hah ?! Ayo bicara ! Semesta hanya diam, enggan mengatakan apakah dia membenciku atau bagaimana adanya
Perlahan semua terjawab, ternyata semesta membentukku. Bersama sebuah proses yang rumit, rumit sekali serumit apa proses semesta membentuk ? Yuk bacaa prosanya. Lihat selihai apa semesta memukul dan menggergaji batu sepertiku
-anisa.fitriani
-mohon kritik nya jika ada kesalahan ;)