AldhaSalsabillah's Reading List
6 stories
Word's oleh voltase
voltase
  • WpView
    Membaca 159,133
  • WpVote
    Suara 7,076
  • WpPart
    Bagian 28
Cuma kumpulan kata yang lebih terkesan 'menye-menye' dan amat sangat abal Happy Reading :3 --------------------------------------- copyright©2016 by @adhade fantastic cover by: @blanketkicks
Widji Thukul (Sebuah Catatan Kecil Kebenaran Tak Akan Mati) oleh Jinggabiru3
Jinggabiru3
  • WpView
    Membaca 48,782
  • WpVote
    Suara 3,418
  • WpPart
    Bagian 39
Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo(lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus1963 - meninggal di tempat dan waktu yang tidak diketahui, hilang sejak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun) adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer. Catatan: ini hanya sekedar puisinya beliau saja tidak termasuk dari biografi perjalanan beliau melawan era otoriter rezim Soeharto pasca orba untuk buku saya rekomendasikan adalah "NYANYIAN AKAR RUMPUT, WIJI THUKUL: Teka-Teki Orang Hilang, dan AKU INGIN JADI PELURU"
Anggap Saja Kucing Liar oleh aditya_avery
aditya_avery
  • WpView
    Membaca 5,550
  • WpVote
    Suara 573
  • WpPart
    Bagian 81
Ini hanyalah aku yang suaranya mungkin terdengar tapi tak ada artinya. Layaknya mereka, kucing liar berserakan di jalan raya, di halaman rumah, di tempat makan yang seringkali kamu usir begitu saja. Masih untung ada yang berbaik hati memberi whiskas, sepotong tulang ikan bekas pun tak apa. Ini hanyalah aku yang bergerak begitu bebas tapi tak pernah mereka menyadarinya, seperti mereka, kucing liar yang berdansa dalam teriknya hari. Memberikan cakarnya, menyambut makan, yang seringkali kamu tendang begitu saja. Masih untung tempat tinggal nyaman untuknya, tinggal di teras pun tak apa. Ini hanyalah pembukaan yang biasa dari kisah yang biasa, dari perasaan yang biasa, dengan raungan yang biasa. Dibacakan oleh para kucing liar. Kumpulan puisi ini adalah sebuah perjalanan kehidupan. Puisi-puisiku yang pernah beredar, entah itu di instagram, blogspot, facebook. Puisiku yang ingin sekali berteriak. Mengumpulkannya di sini adalah cara para kucing liar bersatu, mencakar kehidupan yang kadang kocak, kadang bahagia, kadangpula nestapa. Anggap saja, puisiku, adalah suara mereka. Suara kucing liar. Salam, Achmad Aditya Avery #454 Puisi (Selasa, 12 September 2017) #337 Puisi (Rabu, 13 September 2017) #203 Puisi (Kamis, 14 September 2017) #116 Puisi (Jumat, 15 September 2017) #1 dalam kumpulanpuisi (Rabu, 22 Agustus 2018)
Emerald Eyes 1&2 oleh amateurflies
amateurflies
  • WpView
    Membaca 1,156,242
  • WpVote
    Suara 74,780
  • WpPart
    Bagian 46
Aku sempat merasakan semuanya. Desir perih mencintai seseorang hanya dalam satu waktu. Waktu saat kita dipertemukan, tanpa disatukan. -Adnan Geo Pratama Berawal dari rasa penasarannya, Adnan harus terjebak di tengah-tengah dua misteri. Misteri terkait teror yang terjadi di sekolah asramanya, Lawden Hall. Juga misteri di balik sikap dingin dan misterius seorang gadis yang merupakan anak dari pemilik asrama, Aranasya Lawden. Apakah Adnan mampu menyelesaikan semuanya? Atau malah menyerah dan memilih pergi? Ketika ia tahu bahwa semua tidak sesederhana kelihatannya. Mari bermain teka-teki bersama.
Catatan Dinta untuk Marvel oleh Citrajane
Citrajane
  • WpView
    Membaca 307
  • WpVote
    Suara 17
  • WpPart
    Bagian 2
Dinta itu nyebelin, apalagi kalo lagi debat sama Marvel. Rasanya pengin Marvel karungin terus dibuang ke tengah laut. Dinta itu angkuh, selalu anggap orang remeh. Sama halnya kalo Dinta lagi natap Marvel dengan tatapan remehnya. Rasanya pengin Marvel congkel bola mata Dinta. Dinta itu nomer satu di sekolah, dan Marvel nomer dua. Bagi Marvel, Dinta itu kembarannya Medusa. Dan bagi Dinta, Marvel hanyalah sebuah serangga peganggu. Yang harus dienyahkan. Marvel selalu berharap Dinta mati esok, supaya ia tidak selalu melihat tawa meremehkan Dinta untuknya. Sedangkan Dinta selalu berusaha mempertahankan nyawa nya dari serangan ayahnya yang menggila.
Saudade oleh Citrajane
Citrajane
  • WpView
    Membaca 135,742
  • WpVote
    Suara 6,547
  • WpPart
    Bagian 38
Kisah ini tentang Luna. Gadis cuek dan kurang peka ini diam-diam menyimpan Banyak Luka. Mata sehitam Batu obsidian itu kerap Memancarkan Duka. Namun Ia punya seribu topeng untuk dikenakan. Senyumnya adalah Rahasia Terbesar. Dan tangisnya adalah Kebebasan. Luna punya segalanya, Tapi Kebahagiaan hanya Rumor untuk dirinya. Sampai pada akhirnya Yang Dingin itu bisa menghangatkan Hatinya. Memberikan banyak warna dalam Hidupnya. Namun Kebodohannya membuat Kata Luka itu muncul kembali. Membuat Ia tak percaya Kata bahagia. Rindu. Penyesalan. Penantian. Dan Perasaan. Bertumpah Ruah disini. Hingga akhirnya Ia membiarkan Takdir mengaturnya. #914 TEEN FICTION [24/07/2018] #847 TEEN FICTION [10/08/2018] #528 TEEN FICTION [02/10/2018]