SKANIMORA
Sebuah buku kuno robek dan tak bernama yang ditemukan Lastri di toko buku bekas perlahan menyeretnya ke dalam ritual gelap yang tak pernah ia bayangkan. Buku itu bukan sekadar bacaan, melainkan jalan pembalasan, jawaban atas amarah yang dipendam keluarganya sejak lama.
Bagi Bu Galuh, Pak Sugeng adalah sosok biadab yang telah merusak ketenteraman hidupnya. Dan bagi Lastri, dendam itu menuntut lebih dari sekadar doa. Ia rela melangkah melewati batas kewajaran manusia, menyusuri jejak ilmu yang tak lagi dikenali zaman.
Masalahnya, buku itu tidak utuh. Halaman-halaman pentingnya hilang, robek, entah ke mana. Demi menyempurnakan kutukan yang diyakininya tersimpan di dalam teks tersebut, Lastri mulai menyusun ulang maknanya, menafsir, menulis ulang, dan akhirnya melengkapi buku itu dengan pikirannya sendiri.
Namun semakin ia memahami isi buku itu, semakin kabur batas antara kehendaknya dan kehendak buku itu sendiri. Apakah Lastri sedang menyempurnakan sebuah kitab terkutuk atau justru sedang dibentuk olehnya?