caacomel
- Reads 494,986
- Votes 10,972
- Parts 67
"Oh... jadi Ketua OSIS yang terkenal dingin dan kejam ini hobi nyemil bubur bayi, huh?"
"Umm.. Dedek Agas, kamu mau 'kan biarin Kakak ikut seleksi OSIS? Nanti Kakak kasih bubur bayi yang banyak!"
"Meylitha, jangan main-main sama gue!"
Mahesa Agasthya Prajasmara adalah definisi sempurna tanpa celah. Dengan tinggi 184 cm dan tubuh atletis, ia bukan hanya atlet Taekwondo peraih medali emas dan seorang Ketua OSIS, tapi juga otak paling cemerlang di SMA Aishwarya yang sukses mempertahankan posisi paralel 1 tanpa tergoyahkan. Dingin, disiplin, dan kejam- begitulah cara dunia melihatnya.
Namun, wibawa yang dibangun Agas selama 17 tahun terancam runtuh saat ia bertemu dengan Meylitha Tifanny Zhoanda.
Meylitha, gadis cantik yang pecicilan dan ambisius, setinggi 163 cm, merasa dunia tidak adil saat Agas mendiskualifikasinya dari seleksi OSIS hanya karena terlambat tiga menit. Namun, nasib membawa Meylitha menemukan kartu as milik sang ketua: hobi rahasia memakan bubur bayi yang sangat kontras dengan image sangarnya.
"Kalau Dedek Agas nggak mau izinin Kakak ikut seleksi OSIS minggu depan, Kakak akan sebarin foto gemas ini ke akun lambe cetar biar viral."
Akankah Agas menyerah pada ancaman Meylitha dan membiarkan gadis itu masuk ke kehidupannya? Ataukah 'Surat Perjanjian Tutup Mulut' justru menjadi awal dari ikatan yang lebih rumit di antara mereka?