Sudah dibaca
11 histórias
Bayi Para Nepotis de havelunch
havelunch
  • WpView
    Leituras 22,565
  • WpVote
    Votos 4,112
  • WpPart
    Capítulos 3
Apalagi yang perlu saya cari di luar ketika lantai rumah saya sudah menumbuhkan bermacam-macam cara untuk bertahan hidup? Apalagi yang perlu saya cari di luar ketika atap rumah saya sudah lebih dari sekadar melindungi dari hujan? Serta apalagi yang perlu saya cari di luar ketika jendela-jendela rumah saya disuguhkan untuk memandikan mata saya dari penatnya rutinitas? ©2017
Bocah Renta de havelunch
havelunch
  • WpView
    Leituras 8,065
  • WpVote
    Votos 1,878
  • WpPart
    Capítulos 1
satu yang berubah: bocah itu pulang dengan punggung anak-anaknya.
4 O' CLOCK de Snow_0903
Snow_0903
  • WpView
    Leituras 11,163
  • WpVote
    Votos 633
  • WpPart
    Capítulos 27
Just some poems, you might relate to.
palamarta de nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Leituras 10,612
  • WpVote
    Votos 2,307
  • WpPart
    Capítulos 1
[1/1] Hai, aku Arumi. Pardedea Arumi Bunga. Siswa kelas 5 SD yang bercita-cita menjadi tukang bersih-bersih di kereta. Unik, kan? [digubah di tahun 2017 oleh nona-hujan]
Siomay dan Perbincangan Sekali Duduk de nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Leituras 18,932
  • WpVote
    Votos 5,195
  • WpPart
    Capítulos 3
[3/3] amati sekitar. barangkali, kamu yang selanjutnya dinanti-nanti oleh seorang Tukang Siomay Edan untuk berbincang-bincang dalam sekali duduk. dia memang orang asing, tapi ... gak ada salahnya kan kalau kamu coba?
aku rindu aroma tanah di rahim Ibu. de nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Leituras 42,917
  • WpVote
    Votos 5,086
  • WpPart
    Capítulos 10
biar saja mereka mengataiku manja. barangkali aroma tanah telah pendek umur di ingatan hidung mereka. atau semesta yang mungkin pilih kasih terhadap mereka daripada aku? -nona.
sara bara de nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Leituras 175,043
  • WpVote
    Votos 19,081
  • WpPart
    Capítulos 47
[Pemenang The Wattys 2018 Kategori The Poets] [KBBI] sara [3] /sa·ra,/ -- bara v 1 berlarian tidak tentu arah; berlari kalang kabut; tersara bara. 2 berantakan tidak keruan. - [diperbarui sesuka hati alias setiap turunnya inspirasi dari langit] digubah di tahun 2017 oleh nona-hujan
STILETTALE (SELESAI) de Cendarkna
Cendarkna
  • WpView
    Leituras 1,810,662
  • WpVote
    Votos 141,397
  • WpPart
    Capítulos 34
Sudah hadir di toko buku kesayangan Anda, bukan toko bangunan Buruan miliki versi cetak Stilettale sebelum ga ada di toko lagi!!!
CLAIR [Sudah Terbit] de AryNilandari
AryNilandari
  • WpView
    Leituras 186,891
  • WpVote
    Votos 34,256
  • WpPart
    Capítulos 60
Seorang gadis clairtangent. Sesosok kenangan yang dihidupkan. Seorang pemuda yang luput dari kematian. Dan sebuah janji untuk saling menjaga. Rhea Rafanda, siswi kelas 12, memiliki kemampuan clairtangency. Ia dapat membaca kenangan melalui sentuhan. Dengan bakatnya, ia membantu polisi memecahkan kasus-kasus buntu dan diberi nama kode, Clair. Tapi, kenangan tentang kekerasan dan kematian dapat menyakiti fisik bahkan memblokir memori Rhea. Itu sebabnya, Rhea dijauhkan dari kasus-kasus traumatis. Saat kasus kematian Aidan Narayana mengemuka, Rhea melanggar larangan dan melibatkan diri. Tidak mungkin kakak kelas yang ia kagumi dan menjadi cinta pertamanya itu bunuh diri. Rhea pun menghidupkan sosok kenangan Aidan untuk menemukan petunjuk. Bagaimana kalau ternyata Aidan meninggalkan pesan-pesan tak terduga untuknya? Bagaimana kalau memorinya sendiri yang terpendam malah tergali? Seolah belum cukup rumit, muncul laki-laki misterius membayangi Rhea dan sahabat-sahabat Aidan. Mendadak, Rhea harus bersinggungan pula dengan Sky Lee, pemuda asing yang dikejar-kejar pembunuh bayaran. Demi mengungkap kebenaran dan melindungi orang-orang terkasih, Rhea harus mengerahkan clairtangency melebihi batas. cover Desain oleh Ary Nilandari ilustrasi Aidan dan Rhea oleh Rui Kaiser
Red Devil de dandywhyd
dandywhyd
  • WpView
    Leituras 425,060
  • WpVote
    Votos 30,667
  • WpPart
    Capítulos 16
COMPLETED [12/12] Emma memandangi jasad yang di depannya. Tubuh tanpa sehelai benang itu bersimbah oleh darah. Darah yang keluar melalui kepalanya itu menimbulkan bau yang sangat busuk. Emma menutup mulut dan hidungnya. Masih dengan perasaan terkejut atas apa yang terjadi, tiba-tiba ia mendengar suara dentuman pintu yang sangat keras. Keringat mengucur keluar deras dari dahinya. Jantungnya berdegup dengan kencangnya. Saat ingin berlari meninggalkan tempat busuk ini, sudah berdiri di belakang seseorang dengan topeng merah, mata hitam dan senyuman yang menyeringai lebar. Mengerikan. Di tangan kanan orang tersebut terdapat sebuah pisau dapur. Emma pun bergidik ngeri menghadapinya. Tanpa aba-aba orang bertopeng itu menebas leher Emma seketika. ©Red Devil (2015) - Dandy Wahyudi