ririnberlian's Reading List
6 stories
Tuan Rumah (towards a novel) by AffaEsens
AffaEsens
  • WpView
    Reads 986
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 7
✅ Naskah Puisi-puisinya telah di bukukan tahun 2019 Menjadi manusia (yang seharusnya) dinamis, tentu ada moment hidup yang ingin selalu kita rawat dalam kenangan. Kemudian menjadi kobaran semangat saat melalui berbagai persoalan dan tantangan. Atau setidaknya, akan membuat kita tersenyum geli di satu kesempatan. Tulisan, rupanya mulai berperan dalam hal itu pada diri saya. Huruf-hurufnya tumbuh dari keresahan. Kata per-katanya muncul dari pergulatan batin. Dan penggambaran penuh atas kegaduhan yang ada di kepala dan hati, akan hidup menjadi kalimat utuh. Sebagai wakil dari apa yang ingin kita sampaikan, tulisan kadang tak sependapat dengan empunya. Sejak tulisan merengkuh di pelukan pembaca, kadang ia tertuai sebagai makna yang berbeda. Dan itu bukan masalah besar. Karena realita pembaca terkadang sangat tepat dalam menerka jawaban pada tulisan kita atas pertanyaannya sendiri. Berporos pada penjelasan Eyang Sapardi Djoko Damono bahwa, puisi yang bagus adalah puisi yang mudah dibaca, maka tak ada lagi ungkapan: "aku tak bisa menulis puisi". Saya yakin semua bisa. Karena bekal utama seorang penulis, adalah berani menuliskan kalimat pertamanya. Bagi saya, yang masih baru saja senang menulis puisi, puisi adalah dunia lain. Tempat saya menaruh penat saat fikiran ingin mengumpat. Ruang paling sunyi kala bisingnya hati. Dan berpuisi adalah ketenangan-kesenangan. Maka, tidak peduli apakah puisi yang saya buat indah atau tidak, yang saya lakukan hanya terus menuliskan apa yang ingin saya tulis. Masalah pembaca menilainya indah, ya Alhamdulillah. Ada yang tidak suka, ya biasa saja. Dan Tuan Rumah, adalah satu dari banyak cara saya merelakan sesuatu, mengungkapkan sesuatu. Merekam perjalanan panjang dengan kalimat seadanya.
Menjelajah Jauh by Ahmadzikrinur
Ahmadzikrinur
  • WpView
    Reads 439
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
Hari kemarin, hari ini, dan hari esok sangatlah berbeda. Kehidupan di dunia tak semudah yang kau kira. Oleh karena itu, mari melangkah maju untuk menggapai kebahagiaan yang sesungguhnya.
TERBELAHNYA MUARA (segera terbit) by penulisrahasia
penulisrahasia
  • WpView
    Reads 558,999
  • WpVote
    Votes 40,839
  • WpPart
    Parts 36
(TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA) Katamu aku tempatmu bermuara. Telah lama kutunggu-tunggu, kapalmu tak pernah sampai padaku. Lalu muara mana yang sedang kau tuju saat ini? Katamu kapalmu tak akan pernah tenggelam, tapi mengapa tak pernah kulihat lagi dipermukaan? Apakah nahkodanya sepayah itu? Iya, Nu, kamu laki-laki terpayah yang pernah aku temui dan aku kenal.
30 Days In Jakarta by helobagas
helobagas
  • WpView
    Reads 127,612
  • WpVote
    Votes 14,218
  • WpPart
    Parts 29
"Tentang kita sepasang sepi yang mencoba saling melengkapi dalam dekap Ibukota ini." 30 Days in Jakarta tidak bisa memberikan apa-apa buat kamu. Tapi kalau kamu ingin mengenalku dan mengetahui bagaimana rasanya bertemu dan berpetualang di kota yang tak pernah tidur hingga menemukan dirinya. Ah, rasanya tidak pantas jika diceritakan di sini. Aku ingin kamu mengarungi isi cerita ini juga. Jadi kamu akan tahu arti dari merelakan, mengikhlaskan dan mencintai orang yang terlalu baik untuk dicintai. *** Participate in @TeenlitIndonesia
99 Dangerous Questions; yang, diam-diam, kau penasaran jawabannya by AlviSyhrn
AlviSyhrn
  • WpView
    Reads 251,265
  • WpVote
    Votes 25,376
  • WpPart
    Parts 6
Sst, ini adalah kumpulan pertanyaan berbahaya. Yang selalu muncul dalam benakmu. Yang tak akan kau temukan jawabannya di Google. Yang jika kau tanyakan kepada orang-orang, mereka akan menghakimimu. Jawabannya: Ada. Di. Sini. Tambahkan ke library-mu... sebelum orang lain tahu.
Untuk Apa Menulis? [TAMAT] by devamoyas
devamoyas
  • WpView
    Reads 18,291
  • WpVote
    Votes 2,548
  • WpPart
    Parts 9
Seri #8 Humaniorama Tulisan ini berawal dari satu pertanyaan sederhana: untuk apa kamu menulis?