FihraRizqi
Bagi Jacqueline Hayes, kemerdekaan adalah hukum absolut. Di usia tiga puluh, dia telah membangun kerajaan fashion-nya dengan keringat dan air mata, tanpa memberi ruang bagi pria yang hanya akan menjadi benalu patriarki dalam hidupnya. Baginya, cinta hanyalah gangguan yang mahal.
Akan tetapi, Jules Chevalier tidak mengenal kata "tidak."
Sebagai pengusaha muda yang terbiasa mendapatkan apa pun dan siapa pun dengan sekali jentikan jari, dunianya mendadak jungkir balik saat bertemu Jacqueline. Wanita itu dingin, tak tersentuh, dan sama sekali tidak terkesan dengan pesonanya. Bagi Jules, Jacqueline bukan lagi sekadar target untuk ditaklukkan; dia adalah candu.
Pertemuan di Unbound Atelier seharusnya hanyalah transaksi biasa. Namun, di antara deretan kain dan aroma parfum yang memabukkan, permainan kucing dan tikus pun dimulai. Keduanya terjebak dalam delusi masing-masing: Jules menganggap Jacqueline adalah target berikutnya, sementara Jacqueline yakin Jules hanyalah gangguan narsistik lainnya.
Saat gairah mulai meruntuhkan tembok pertahanan Jacqueline, sebuah pertanyaan muncul: mampukah dia tetap memegang kendali? Atau, mungkinkah Jules akan membuktikan bahwa menyerah pada perasaan tidak selamanya berarti kehilangan kebebasan?
21+