Daftar bacaan lvndrhoran
3 storie
Twelve Missions of Z's Generation di ariasopann
ariasopann
  • WpView
    LETTURE 409,605
  • WpVote
    Voti 91,646
  • WpPart
    Parti 40
Setelah penelitian Profesor Albert Mattew (salah satu profesor ternama) muncul di permukaan publik dan terdengar hingga ke pemerintah kota Gregarious. Bryan Alkessio, sang Walikota mengumumkan secara resmi akan melakukan program pendampingan khusus anak Generasi Z yang lahir pada tanggal 13 dikarenakan dianggap sebagai generasi yang memiliki pemikiran hebat dan membawa pengaruh besar di masa depan. Alih-alih melakukan pendampingan, justru ternyata pemerintah memiliki niat tersendiri untuk memusnahkan seluruh Generasi Z tersebut karena dianggap menjadi ancaman besar bagi kebijakan pemerintahan yang ditelah dibuat olehnya selama bertahun-tahun. Seluruh anak-anak Generasi Z di kota Gregarious merasa terancam keberadaannya dan mulai menyelamatkan diri masing-masing hingga hanya tersisa 12 anak yang masih hidup. Mereka dipertemukan di dalam satu tempat dan bertahan hidup di tengah kekacauan kota. Setelah mereka menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang dapat menyelamatkan kota, mereka mulai menjalankan misi masing-masing.
IDENTITY | d. malfoy di graceeen1
graceeen1
  • WpView
    LETTURE 189,685
  • WpVote
    Voti 24,941
  • WpPart
    Parti 51
17+ Everyone knew, she's something... with Draco. But, you sure you want to judge them? You don't know their background. | BAHASA INDONESIA | *** 2021 © graceeen1 don't copy my story and be a smart reader.
NOIR [SUDAH TERBIT] di diahsulis
diahsulis
  • WpView
    LETTURE 72,228
  • WpVote
    Voti 6,109
  • WpPart
    Parti 21
[NOIR #1] - [SUDAH DITERBITKAN OLEH FRENDZUKZEZ PUBLISHER! SEBAGIAN ISI BAB TELAH DIHAPUS!] - Mereka mengejarku. Mereka berniat memangsaku, entah karena apa. Lima tahun lalu, langit kota Bogor terbelah. Lima tahun lalu, aku menyaksikan monster-monster itu turun dari langit. Lima tahun lalu pula, aku menjadi satu-satunya anak yang selamat. Sejak insiden langit yang terbelah itu, aku bisa melihat mereka. Makhluk-makhluk itu ada di mana-mana dan terus memakan manusia. Sayangnya, tidak peduli apa yang aku jelaskan, tidak pernah ada yang percaya. Mereka malah menganggapku gila. Karena hanya aku yang bisa melihat mereka, orang-orang mengira makhluk-mkahluk itu hanya ada dalam kepalaku. Namun pemuda itu berbeda. Dia bisa melihat makhluk-makhluk itu sama sepertiku, bahkan bisa membunuh mereka dengan sangat mudah. Yang membuatku tak habis pikir, pemuda ini, pemuda yang bisa membunuh monster-monster itu dalam satu kali tebasan, ternyata tak lebih dari seorang tunanetra. Di bawah suara kepakan sayap dan jatuhnya bulu-bulu berwarna hitam sepekat malam, kami berdua dipertemukan oleh garis takdir yang terhubung oleh tragedi.