aray's Reading List
7 stories
Undercover by pitsansi
pitsansi
  • WpView
    Reads 222,166
  • WpVote
    Votes 23,675
  • WpPart
    Parts 43
Mendapatkan titah untuk menjadi asisten guru BK membuat Chesa terlibat dengan geng brandal pembuat onar. Namun, setelah mengenal Aksa dan teman-temannya lebih jauh, Chesa sadar mereka tidak seburuk yang dipikirkan. Meski masa lalu yang belum tuntas, membahayakan orang yang terlibat dengan Aksa, termasuk Chesa. *** Chesa mendapatkan tugas baru di sekolah untuk menjadi asisten guru BK yang sedang hamil besar. Bertugas mencatat pelanggaran yang dilakukan semua siswa, Chesa jadi dikenal dan tidak disukai banyak siswa, terutama geng pembuat onar di sekolahnya, empat berandal yang diketuai oleh Aksa Danendra. Namun, ketika menyadari tumpukan pelanggaran yang dilakukan ketua geng itu dapat membuat Aksa dikeluarkan dari sekolah, Chesa bertekad membuat Aksa berubah meski sedikit dengan mengenal kelompok pertemanan itu lebih jauh. Kegigihan dan ketulusan Chesa yang awalnya menyebalkan bagi Aksa pun, lama-kelamaan membuatnya luluh. Namun, ketika Chesa kira semua mulai berjalan mulus, misteri di balik meninggalnya sahabat Aksa yang belum selesai, juga teror yang diterima oleh orang-orang terdekat Aksa, membuat Chesa curiga. Rahasia apa yang sebenarnya disimpan oleh Aksa, Lius, Arya, dan Theo?
Paper Hearts (SELESAI) by indahmuladiatin
indahmuladiatin
  • WpView
    Reads 1,255,690
  • WpVote
    Votes 125,194
  • WpPart
    Parts 36
SELESAI Sequel High Shool Hits List "Pesawat, berhasil membawaku pergi, dari satu tempat ke tempat yang baru. Tapi gagal membuatku pergi meninggalkan kenangan-kenanganku dengan dia." Jingga Kiara ---- "Burung besi itu membawa dia pergi. Meninggalkan banyak pertanyaan. Menyisakan kekecewaan." Adimas Mahawira
Surat Cinta Tanpa Nama [Completed] by pitsansi
pitsansi
  • WpView
    Reads 1,818,849
  • WpVote
    Votes 227,827
  • WpPart
    Parts 32
Sabrina tidak pernah menduga bahwa sebuah surat misterius yang ditemukannya di aula akan mengantarkannya pada permasalahan yang pelik. Ia berniat mengembalikan surat itu pada Jovan yang ia yakini baru saja menjatuhkannya. Namun, posisinya yang sedang mengulurkan sebuah surat pada Jovan seketika membuat teman-teman sekolah yang memenuhi aula siang itu salah paham. Keadaan bertambah ricuh ketika Jovan akhirnya bersuara. "Diterima!" ucap Jovan tenang sambil menyambut surat dari tangan Sabrina. Perkataannya sukses membuat suasana di aula semakin ricuh. "Kita jadian!" lanjutnya. Sejak kejadian absurd yang ditonton banyak orang itu, Jovan mengklaim Sabrina sebagai pacarnya. Sabrina dibuat heran sekaligus pusing. Bukan hanya karena sikap nyebelin Jovan, tapi juga Arka. Ia khawatir cowok yang ditaksirnya itu ikut-ikutan salah paham. Sabrina bertekad untuk mengungkapkan kebenaran. Ia akan menyelidiki siapa pemilik surat misterius itu-yang sudah membuatnya kehilangan kesempatan dekat dengan Arka, dan harus berurusan dengan Jovan yang super menyebalkan. _______ Tanggal publish: 11/04/19
Lara (SELESAI) by BayuPermana31
BayuPermana31
  • WpView
    Reads 996,802
  • WpVote
    Votes 54,972
  • WpPart
    Parts 15
(VERSI LENGKAP DI KARYAKARSA/DM INSTAGRAM BIASBUKU) LARA DAN SEMESTANYA YANG KEHILANGAN RASA Kisah-kasih itu bukan soal indera yang sempurna, tetapi tentang rasa dan jiwa yang saling mencinta. Dirga siap untuk berbicara untuk Lara, mendengar untuknya, menjadi kebahagiaan Lara. Akan tetapi, apakah itu akan bertahan selamanya? Lara selalu beruntung bisa bersama Dirga. Dirga yang selalu mendengarkannya meski ia tak dapat bicara, Dirga yang selalu berceloteh tanpa peduli Lara yang tak bisa mendengarkan tanpa alat bantu, Dirga yang selalu tersenyum padanya meski dia memendam rahasia. © Bayu Permana, 2019
Game Over: Bull's Eye by sirhayani
sirhayani
  • WpView
    Reads 1,915,464
  • WpVote
    Votes 147,863
  • WpPart
    Parts 37
[2] TERBIT 📖 - Game Over adalah nama lain dari taruhan. Game Over sedang berlangsung, tetapi tidak ada yang tahu tentang Game Over bayangan. Riri dihadapkan oleh sesuatu yang tidak biasa, yang tidak disadarinya. Tentang permainan aneh bernama Game Over yang ada di SMA Tabula Rasa yang rumornya dijalankan oleh sebuah geng rahasia. Tiba-tiba saja, bukan hanya satu cowok yang mendekat, tetapi lima. Mereka mendekati Riri dengan tiba-tiba, aneh, dan ... unik. Namun, di antara mereka perhatian Riri hanya tertuju pada satu. * "Pacaran, yuk?" "Lo ... barusan itu apa?" Riri menunduk gelisah memainkan jemarinya. "Gue nembak lo." Balasan cowok itu semakin membuat Riri sulit mengeluarkan suara dan terus gelisah menyembunyikan wajahnya yang merona. "Kalau lo setuju, kita pacaran." "Kalau enggak?" "Nggak pacaran." Riri memberanikan diri mendongak. Senyum itu lagi beserta tatapan yang akan selalu terbayang di ingatan Riri. "Ma-mau, sih," balas Riri gugup. "Gue juga mau, sih," balas cowok itu sambil menunduk dan menepuk puncak kepala Riri berkali-kali. [] copyright©2020, by sirhayani
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,413,868
  • WpVote
    Votes 1,666,673
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.