LiaCkhans's Reading List
2 stories
KEMUNING, Cinta Tanpa Bicara by penulispuitis
penulispuitis
  • WpView
    Reads 804
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
"Bagaimana Mbak, semalam sukseskan?" Citra menanyakan malam yang memalukan itu padaku. Aku hanya menitihkan air mata. Sudah kesekian kalinya penolakan itu terjadi. Bahkan Citra demi diriku berupaya agar kakaknya bersedia menunaikan kewajibannya sebagai suami. Aku mengingat malam-malam sebelumnya. Mas Arya masih bersikap dingin padaku. Seharusnya kami mereguk kenikmatan sebagai sepasang pengantin baru dimalam penuh cinta. Namun hanya sebait kata yang memilukan menghujam ulu hatiku. "Ning, maafkan aku. Aku belum siap untuk memetik ranum cintamu. Terlalu dini aku bisa menerimamu sebagai istriku." Dia menghempaskan diriku terlalu curam. Hingga batin ini hanya bisa menjerit tak berdaya. Aku hanya duduk lemas setelah mendengar ucapannya. Air mataku tak berhenti mengalir. Aku hanya menatap pria yang aku cintai dan aku kagumi berlalu pergi. Ini malam ke enam puluh. Aku kenakan lingerie. Pakaian pemberian Citra yang sebenarnya membuatku tak nyaman. Ini atas sarannya, agar Mas Arya mau menyentuhku. Merajut benang-benang cinta bersamanya. Aku canggung. Mengemis cintanya yang sudah bertubi-tubi penolakan yang selalu menyiksaku. Dia keluar dari kamar mandi. Melihatku dengan pakaian asing ini. Mematung dan membisu sesaat. Lima detik kemudian. Jantungku berdetak tak karuan.Dia hanya tersenyum tipis. Senyum itu yang membuatku bertahan. Dia tepat didepanku. Menatapku dengan kelembutan. Kucium semerbak aromanya. Parfumnya yang membangkitkan hasratku untuk meneguk madu cintanya. Kurasakan hela nafasnya. Dia memelukku dan kudengar debaran didadanya. Sembari mencium keningku dia berbisik. "Maafkan aku Kemuning. Aku masih belum bisa menerimamu. Belum sanggup menerima hasrat cintamu. Berikan aku waktu." Aku hanya terpejam dan menitihkan air mata. Kurasakan kecupan hangatnya di keningku.
Gadis Tak Perawan [CINTA SUCI] by nailinra
nailinra
  • WpView
    Reads 282,309
  • WpVote
    Votes 11,368
  • WpPart
    Parts 37
"Kamu sudah tak suci? Kepada siapa kau serahkan mahkota kesucian yang menjadi kehormatan seorang gadis?" desis Ardi kepada Suci, wanita yang baru saja dinikahinya saat mereka menunaikan malam pertama. ------ Suci, seorang wanita yang melalui masa gadisnya dalam dinamika pergaulan bebas. Jatuh bangun ia berusaha menyeret langkahnya untuk hijrah. Namun kesungguhannya diuji dalam ikatan pernikahan yang penuh kecurigaan. Suaminya, tak bisa menerima begitu saja masa lalunya dan sering terkenang. Mereka berangkat dari hati yang retak, berusaha menyambung rasa dengan pola pikir yang berbeda. Dapatkah mereka meraih kesepakatan untuk menyatukan hati demi surga yang mereka rindukan?