LoVeLG23
- Reads 9,293
- Votes 709
- Parts 25
[COMPLETED]
"Dua tahun lalu profit perusahaan sedang surplus besar-besaran, Gawin. Itu namanya CSR, Corporate Social Responsibility, atau bahasa mudahnya: sedekah biar pajakku turun," ujar Joss santai.
"Jadi nyawa mereka cuma buat pengurang pajak lo?" Gawin menatap Joss dengan tatapan tidak percaya, seolah ia sedang melihat monster.
"Bisnis adalah bisnis. Tahun ini kita akan ekspansi gedung VIP baru, aku butuh likuiditas dana yang besar," jelas Joss tanpa rasa bersalah.
"Dan pos pengeluaran yang paling tidak berguna dan hanya membakar uang adalah departemenmu itu," lanjut Joss dengan telunjuk mengarah pada Gawin.
"Tidak berguna? Gue baru aja pulang dari desa, gue berhasil bikin tiga pasien pasung bisa jalan lagi!" seru Gawin membela diri.
"Gue berhasil bikin anak-anak disabilitas mental di sana bisa makan sendiri tanpa disuapi! Itu kemajuan, Joss!" tambah Gawin dengan mata berapi-api.
Joss tertawa kecil, tawa yang tidak sampai ke mata, tawa yang terdengar sangat menghina di telinga Gawin.
"Selamat, kau berhasil mengajari orang gila makan sendiri. Berapa keuntungan yang masuk ke rekening rumah sakit dari prestasimu itu?" tanya Joss sinis.
"Nol besar," jawab Joss sendiri sebelum Gawin sempat membuka mulut.
"Lo... lo bener-bener nggak punya hati ya?" bisik Gawin dengan suara parau.
"Gue punya otak, Gawin. Sesuatu yang sepertinya tidak kau miliki karena terlalu sibuk main jadi malaikat di lumpur," hina Joss telak.