selinsulin's Reading List
3 stories
404: Love Not Found (Until Her) by HariiLee
HariiLee
  • WpView
    Reads 40,030
  • WpVote
    Votes 1,613
  • WpPart
    Parts 59
Di dunia yang bergerak cepat-di antara detak monitor ruang IGD dan deret kode yang tak pernah selesai-dua jiwa saling menemukan, meski tak pernah saling mencari. dr. Arvian Nadhif Elvard, dokter muda dengan kehidupan yang tertata nyaris sempurna, tak pernah memberi ruang untuk cinta dalam kesibukannya. Ia percaya, hubungan hanya akan menjadi gangguan dalam hidup yang sudah penuh tanggung jawab. Sementara itu, Skaya Arunika, mahasiswi teknik informatika yang gigih dan mandiri, terlalu sibuk mengurus hidupnya sendiri hingga lupa bagaimana rasanya mengandalkan seseorang. Cinta, bagi Skaya, hanyalah ilusi-hal yang tak perlu ia sempatkan. Namun semesta punya caranya sendiri. Dalam sunyi, dalam jeda-jeda yang tak terencana, mereka saling menyembuhkan. Arvian belajar melembut, Skaya belajar percaya. Apakah dua dunia yang tak pernah sejalan bisa bersatu di tengah badai? Atau justru mereka ditakdirkan hanya menjadi persinggahan dalam hidup satu sama lain? start: 27 November 2025
Not in Wonderland by beliawritingmarathon
beliawritingmarathon
  • WpView
    Reads 2,755,338
  • WpVote
    Votes 374,153
  • WpPart
    Parts 45
Pada dimensi yang berubah ketika patah hati, aku hanya ingin mengakhiri. Apa ada cara lain selain menyakiti diri sendiri agar semuanya berhenti? Beritahu aku, karena sindrom Alice in Wonderland yang menurutku bodoh ini semakin lama semakin tidak tahu diri. Untuk kamu yang membawa sindrom ini hadir lagi, Terimakasih karena telah mengajarkan bahwa ditinggal pergi saat sudah menaruh rasa itu memang benar adanya, tidak hanya ada dalam bacaan klasik maupun putaran film remaja umumnya. Kamu benar, bahwa jatuh cinta tidak hanya bercerita tentang jatuh saja, tapi juga tentang bangun kembali saat hati sudah sepenuhnya diberi. Kamu juga benar, tentang perkara patah hati yang membuat nyeri. Sampai mungkin kamu butuh oranglain untuk ikut mengobati. Lagi-lagi kamu benar, bahwa tidak mungkin mengungkap teka-teki tanpa bukti. Ia pergi, meninggalkan misteri yang harus dicari. Dari teka-teki itu aku belajar, bahwa mengenal kamu itu antara suatu kesalahan atau kesempatan besar. Ini bukan cerita tentang mau atau tidak mau bertahan dalam kondisi sulit. Tapi tentang pantas dan tidak pantas. Saat dirimu sudah dibuang, adamu ditiadakan, lantas apa yang bisa membuatmu bertahan? Karena untuk tetap tinggal setidaknya harus memiliki sebuah alasan.
Hiraeth  by selinsulin
selinsulin
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
Tidak semua luka harus sembuh. Tidak, semua luka harus sembuh. Tiga tahun bukan waktu yang singkat bagi dua jiwa yang sama-sama terluka. Mereka bertemu bukan untuk saling menyelamatkan, melainkan untuk bertahan bersama, saling melengkapi dan menerima. Bagi yang satu, rumah adalah tempat yang penuh suara - bukan obrolan hangat, bukan percakapan tentang masa depan atau besok mau menjadi apa, melainkan - teriakan, amarah, dan luka yang tak sempat sembuh sebelum kering. Sentuhan orang tua lebih sering berubah menjadi kekerasan, membuatnya belajar diam sebelum bicara. Sementara bagi yang lainnya, rumah justru terlalu sunyi. Orang tua yang sibuk mengejar kesuksesan membuat meja makan kehilangan cerita, ruang tamu kehilangan tawa, dan sudut-sudut rumah hanya menjadi tempat singgah, bukan tempat pulang. Ia merindukan sisi rumah yang dulu, saat percakapan sederhana masih lebih berharga, saat di penghujung hari selalu ada cerita baru. Dalam hubungan itu, mereka menemukan ketenangan yang tak lagi didapatkan dari keluarga. Hangat, sederhana, seolah dunia bisa dijeda sejenak. Namun tak semua luka bisa terus disembunyikan, dan tak semua ketenangan mampu bertahan selamanya. *** "Bertemanlah dengan orang yang lebih tua darimu, kau akan temukan banyak pelajaran darinya. Bertemanlah dengan orang yang usianya lebih muda darimu, disitulah kau akan diterima apa adanya, diperhatikan tanpa dihakimi, didengar tanpa dikhianati. Kalau bisa, jangan bersahabat dengan yang seumuran, kau tak akan menemukan semua itu." ~ Arseno Zeiround Arzhad. "Aku tidak butuh seseorang untuk bercerita. Aku hanya menginginkan ruang yang mengizinkanku untuk diam, bersandar, lalu menangis." ~ Lorena Sera Sylveera.