We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Top of The Top
2 stories
The Lines We Write by messylittlecat
messylittlecat
  • WpView
    Reads 381,803
  • WpVote
    Votes 30,830
  • WpPart
    Parts 58
[Mengandung muatan yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur. Baca part Moodboard dan Catatan terlebih dahulu!] Baskara Kamandaka Wibisono, calon presiden termuda sepanjang sejarah modern republik, terancam kehilangan suara. Perdebatan sengit dengan ketua tim kemenangannya hanya meninggalkannya dengan dua pilihan: menerima kehadiran Kiara, orang yang akan menjadi otak di balik pidato-pidatonya, atau kehilangan kariernya. Di sisi lain, Kiara harus mengambil satu keputusan besar: melanggar sumpahnya dengan menerima tawaran menjadi dalang di balik suara yang membuat Baskara terdengar lebih manusia, atau mempertahankan idealismenya dan kehilangan dunianya. Masalahnya, bagi Kiara Pramidita, keberadaan Baskara Kamandaka Wibisono di kancah politik nasional sendiri adalah sebuah kutukan. Pria itu adalah simbol dari betapa kotor dan menyedihkannya politik negerinya, sekaligus arsitek di balik hancur dunianya lima tahun yang lalu. Kehancuran yang membuatnya bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di dunia politik lagi. Ketika keduanya harus bekerja sama, mampukah mereka saling percaya untuk memenangkan negara, tanpa melangkahi garis tipis yang memisahkan rasa? *** DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, kejadian, atau karakter hanya sebuah kebetulan.
The Governor's Rebel by Searth
Searth
  • WpView
    Reads 1,815,520
  • WpVote
    Votes 160,632
  • WpPart
    Parts 70
Mita, 25 tahun, terbiasa hidup di pusat gemerlap Jakarta-pesta, shoping, dan kebebasan tanpa batas. Namun semua itu berubah drastis ketika takdir menyeretnya menjadi istri seorang gubernur Sulawesi Selatan. Andi Lukman Baso, 39 tahun. Seorang duda tanpa anak yang mempersunting Mita sebagai istrinya. Awalnya, Mita mengira pernikahan itu hanyalah pintu menuju kemewahan yang lebih megah. Bahkan Mita harus rela meninggalkan pacar aktornya demi perjodohan politik. Tapi kenyataannya, pernikahan itu justru memaksanya berhadapan dengan protokol ketat, sorotan publik, dan politik yang licin bak arus laut Makassar. Pindah ke Makassar berarti menukar pemandangan kaca dan baja dengan garis pantai Losari yang luas, matahari terbit lebih cepat, dan angin laut yang membakar kulit. Meja makan pun berubah, dari soto ke coto, dari malam-malam ditemani gelas martini ke pagi-pagi penuh birokrasi, dari malam-malam penuh musik ke pagi-pagi penuh rapat resmi, dari gaun pesta ke kebaya protokoler. Dari pacar aktor ke suami gubernur. Entah sejauh mana Mita akan bertahan dengan kontras baru hidupnya. Sebab, ini bukan hanya soal penyesuaian gaya hidup, tapi juga pola pikir. Perbedaan umurnya dengan suami yang cukup jauh membuat emosinya naik turun setiap kali berhadapan dengan seorang pejabat kaku yang sialnya adalah suaminya sendiri. Highest Rank* #1 dalam Politik (18/01/2026)