"Siapa nama Anda?" Bodoh sekali, aku 'kan sudah tahu namamu, kenapa juga aku harus bertanya? "Eh-tidak-tidak. Bukan itu. Yang benar yang ini, apa profesi Anda?"
ilustrasi oleh Jun Cen
November 2018
ayahmu tumbuh di halaman belakang. ia belajar memanen ubi, memelihara anjingnya yang tinggal satu dan membuat telur paskah palsu. ia membenci anaknya yang tinggal satu. setiap sore kepalanya menjadi sekolah yang tidak belajar. ia tumbuh harum menjadi bau rambutmu dan kian mahir membawamu ke kamar dan memeluk kita sampai kita mati di dalam peti.
nb: if you wanna repost the poems in this book, give credit or ask permission from the author.
Seiring dalam perjalanan, tidak ada salahnya berbincang dengan orang asing yang duduk di sebelah saat di kereta.
Rasanya nggak begitu buruk.
Tapi kalau terlibat dalam alur hidup, apa rasanya masih nggak begitu buruk?