Dark Stories i like
4 stories
SINFUL -The Hereafter- [ 3 ]  by hagealien229
hagealien229
  • WpView
    Reads 300,954
  • WpVote
    Votes 32,434
  • WpPart
    Parts 24
Song An-Hee yang telah menyerahkan jiwanya pada Sang Iblis, tak lagi meragukan apapun. Ia tahu dengan pasti ia akan berakhir di kegelapan kekal, namun selama Gilbert bersumpah untuk-"Aku akan mencintaimu bahkan sampai di hari penghakiman terakhir"-An-Hee siap menjadi pion mewujudkan kerajaan Sang Iblis. Akan tetapi bagaimana jika tidak hanya seorang Iblis yang menginginkan An-Hee namun ada lebih banyak iblis menginginkan jiwanya? Dan bagaimana jika pada saat yang tak terduga Tuhan masih memberinya kesempatan untuk memperoleh pengampunan...? ©seishuu/2017
I Don't Give a Fuck [in ed.] by corvuscocidius
corvuscocidius
  • WpView
    Reads 510,580
  • WpVote
    Votes 53,846
  • WpPart
    Parts 17
Renaro Bramansyah kena dare buat naklukin cowok aseksual super cuek yang ngebetein abis di kelasnya. Yah, lantaran kalo dia kalah predikat playboynya bakal kecabut, dia oke-in aja. °°° Dewata Pratama bukannya ansos atau gimana. Dia cuma nggak ngerti kenapa para idiot di sekolahnya nggak pernah belajar dari kesalahan mereka. Dan bodo amat sama cewek-cewek di luar sana; dia bakal membelah diri macam amuba kalo pengen punya keturunan ntar. °°° Bisa bayangin gimana jadinya kalau dua macem manusia kayak mereka saling suka? Enggak? Bagus. [peringatan konten dewasa untuk bahasa kasar, kekerasan, alkohol dan narkoba, mental disorder, trigger warning, trauma, dsb.] ° ° ° cover model : [unknown]
The Red Moon by inggum
inggum
  • WpView
    Reads 57,463
  • WpVote
    Votes 2,740
  • WpPart
    Parts 13
Pernahkah kau mendengar tentang legenda "The Red Moon"? Legenda tentang malam di mana sang rembulan berubah warna menjadi merah. Merah, semerah darah segar yang keluar dari gigitan taring tajam para vampire.
Radioactive by al-al12
al-al12
  • WpView
    Reads 11,732
  • WpVote
    Votes 1,115
  • WpPart
    Parts 9
Genta pernah hampir sekarat sewaktu diserang hipotermia di puncak Slamet, pernah pula nyaris tergelincir di Jembatan Sirathal Mustakim sewaktu mendaki Raung, bahkan nyaris kehilangan sahabat di trek Merbabu, tapi tak pernah sekali pun dalam hidup Genta dihadapkan dengan situasi sepelik ini. Segenting ini. Semencekam ini. Bertahun-tahun hidup dengan memeluk agama kemanusiaan dan menjunjung tinggi ikatan persahabatan, tak pernah terpikirkan dalam diri Genta harus memilih salah satu di antaranya. Sebuah pembunuhan terhadap mahasiswa baru terjadi di fakultas Genta, yang sialnya, dilakukan oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Dihadapkan dengan kasus sepelik ini, tak urung membuat Genta kelabakan. Ia tak mungkin membiarkan kasus pembunuhan ini berlalu di hadapannya karena satu-satunya kepercayaan yang ia miliki hanyalah kemanusiaan. Hanya saja, jika ia melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, para sahabat yang menjadi tersangka harus dipenjara. Demi Tuhan, ini sulit. Dengan memikirkan baik-buruknya, segala risiko yang harus ditanggung dari pilihan-pilihan itu, pada akhirnya, Genta harus mengambil sebuah keputusan. Ia menginstruksikan para sahabat untuk menyembunyikan mayat mahasiswa baru, dan mengambil sumpah di antara mereka untuk tidak melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar tak ada satu pun dari mereka yang dimasukkan ke dalam penjara. Mulanya, aksi itu berjalan lancar. Seminggu pasca penguburan, tindak-tanduk mereka tidak mampu diendus polisi. Hanya saja, itu tidak berlangsung lama. Sejak malam sumpah mereka ambil, satu per satu sahabat Genta yang menjadi tersangka mati dengan cara mengenaskan. Semakin Genta mencari tahu siapa dalang di balik pembunuhan tersebut, korban-korban pembunuhan lain kian berjatuhan. Nyawa Genta terancam. Mampukah ia menguak manusia biadab yang membunuh hampir semua sahabatnya? Mampukah ia menyelamatkan sahabat yang tersisa bahkan dirinya sendiri?