lukeylukman's Reading List
3 stories
Kenangan Dalam Aksara by adibpikri
adibpikri
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
"Ya ampun teh, isinya kosan doang" ucap aku ketika sudah turun dari angkot. "Udah diem ajadeh. Sini gua kasih tau makanan yang enak-enak" jawab tetehku. "Mengunjungi rumah bukanlah suatu hal yang baru. Kelak menuju ke ruang yang tiba menjadi indah itu perlu perpisahan yang tidak kunjung tiba kapan kita rindu. Aku kelak akan selalu bersama orang tuaku, pahlawan tanpa tanda jasa, terkenang suatu saat oleh anaknya kelak. Aku tidak bisa mencari kata-kata yang tepat untuk berucap, mungkin dari sini aku bisa mengisi waktu ku untuk sekedar mencurahkan isi benak ku yang tersirat. Malam tidak kunjung tiba, saat itu juga rindu yang entah kapan terasa olehku." Aku seperti menemukan teka-teki yang selama ini aku cari. Tidak terbayang kalau ternyata aku ada sedikit bakat di bidang ini. Sungguh ini penemuan yang jarang sekali buat ku, bahkan kalau di fikirkan juga aku tidak akan seperti ini. Aku Raka, dan ini cerita kehidupanku.
The Wedding Debt / TAMAT by FreelancerAuthor
FreelancerAuthor
  • WpView
    Reads 624,429
  • WpVote
    Votes 76,669
  • WpPart
    Parts 77
Tulip harus melunasi hutang mendiang orangtuanya yang mati karena bunuh diri bersama. Tekanan demi tekanan menghampiri, hingga akhirnya ayah dari Hippomenes menawarkan kesempatan. "Buat putra saya menikahimu. Buat dia jatuh cinta padamu." "Dengan cara apa?" "Jebak dia, buat dirimu hamil, dan Hippo tidak akan pernah lari dari tanggung jawab." Untuk apa semua itu harus Tulip lakukan?
Emma, Je t'adore by adibpikri
adibpikri
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
Emma, seorang wanita yang lahir di dunia ini dengan penuh senyuman, kehidupannya yang bisa di bilang rumit tak membendung dirinya untuk selalu senyum. Realita tentang hidupnya tak seindah ketika ia bermimpi, keanehan tentang semua itu akan hilang ketika ia tak memikirkan itu semua. Karena, senyumnya bisa menjadi sebuah penghias dirinya. Pertemuan kami tak seindah cerita Romeo dan Juliet, di tempat yang ramai oleh orang-orang, tapi terasa tak bersama orang-orang sekitar, pertemuan kami saling terkoneksi karena kami saling terhibur, senyumnya selalu menghiasi dirinya, malaikat akan selalu mencatat kebaikannya, karena senyum adalah ibadah. Tapi, hubungan kami terlalu larut dalam tertawa, tak terasa hubungan lama ini hanya menghasilkan sebuah candaan. Rasa emosional kami tidak terbangun, kami saling mecintai, tetapi kami tidak seperti berada dalam hubungan, karena kami kurang kedekatan untuk saling memberikan rasa kasih sayang. Emma terlalu larut dalam kehidupan pribadinya, sehingga ia lupa untuk memberikan kesan baik kepadaku ketika ia bercerita panjang tentang kesehariannya. Ada yang salah, memang. Semua kami anggap itu bercanda, tak pernah serius. Menjadi serius kalau ada satu hal yang mengkaitkan hubungan kita dengan orang lain. Dan ketika perpisahan terjadi, aku tak menyesal, tak sedih sedikitpun, dan justru aku mendapatkan hal berharga dari hubungan ini, yaitu menghargai pasangan. Perasaan ini akan selalu terjaga, hubungan ini akan tetap baik, kalau kita berfikir hubungan itu bukan semuanya karena cinta.